lazada ID
Showing posts with label Press Release. Show all posts

ACT Berangkatkan Relawan ke Mesir

Krisis di Mesir eskalatif. Korban luka ribuan, perlu penanganan medis. Tim ACT mengemban mandat kemanusiaan bangsa Indonesia, hari ini bertolak ke Mesir diwakili: Doddy Cleveland HP (Team Leader), dr. Lukman Hakim dan Sutaryo (logistik).

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, seberat apapun krisis Mesir, dimensi kemanusiaannya jangan sampai tergeser dengan opini lain. “ACT konsisten hadir mengemban mandat kemanusiaan. Fakta tak terbantah, ada ribuan nyawa menjadi korban serangan militer Mesir. Korban-korban itu, tidak bisa lagi dilihat apa latar belakang politiknya. Mereka manusia yang manusia lain di manapun dengan segenap kemampuannya, harus menyelamatkannya.”

ACT bersama elemen pro-kemanusiaan di Indonesia dan dunia, terpanggil untuk bersama-sama menghadirkan kekuatan hati nurani, mengirim tim media ke Mesir. “Meskipun terjadi gelombang perang wacana yang menempatkan para korban seolah-olah musuh, bangsa-bangsa manapun termasuk rakyat Indonesia harus sanggup melihat dengan jernih, di Mesir, kekerasaan terhadap perbedaan pendapat harus dihentikan. Apapun alasannya, pembantaian dan kekerasan bukan jalan keluar manusia yang berhati nurani. ACT hadir di krisis Mesir, mewakili nurani rakyat Indonesia,” tegas Ahyudin.

Sangat naif meneruskan “perang wacana” persoalan Mesir sebagai perang melawan terorisme. “Pandanglah itu sebagai membutakan terhadap krisis kemanusiaan. Sudah jelas di Mesir, khususnya di Kairo, ada manusia dalam jumlah besar yang kini menjadi kepedulian banyak manusia lain di muka bumi untuk tidak dibantai dan diserang oleh kekuatan bersenjata di Mesir,” lanjut Ahyudin.

Tim Kemanusiaan yang dipimpin oleh Doddy CHP sudah mempersiapkan diri terutama mentalnya untuk menyandang mandat kemanusiaan. “Kami optimistis, bukan berapa orang yang berangkat. Kami berangkat sebagai perwakilan rakyat Indonesia. Ribuan donatur harus segera mendapat pembuktian, ACT berbuat nyata. Kami sanga berharap, jangan hentikan doa-doa bangsa Indonesia. Jangan hentikan desakan untuk mengedepankan kemanusiaan terutama oleh otoritas kekuasaan. Ini bangsa besar. Alangkah kecilnya kita di mata kemanusiaan, jika diam saja melihat kejahatan kemanusiaan berlangsung setiap hari, padahal kita punya kekuatan menghentikannya,” jelas Doddy.

Bukan Hanya Mesir

Senior Vice President – Humanity Network Department ACT, Syuhelmaidi Syukur menegaskan, Mesir bukan isu satu-satunya isu global yang digarap ACT. “Saat ini kami masih terus berusaha membantu pengungsi Somalia, Suriah, etnik Rohingya di Myanmar, bahkan Palestina yang menyandang krisis kemanusiaan bertahun-tahun. Kami sadar, kekuatan kami tak seberapa. Tapi kami meyakini dahsyatnya kekuatan doa dan kesungguhan; perbuatan nyata dan keyakinan pada universalitas kemanusiaan. Bangsa-bangsa manapun yang meyakini kehidupan sesudah kematian, pasti bergetar hatinya mendiamkan nyawa manusia dihabisi tanpa perasaan. Di manapaun, apapun latar belakangnya,” jelas Syuhelmaidi.

Tak hanya itu, kata Syuhelmaidi, “Kalau yang jauh dibantu, apalagi yang dekat. Di dalam negeri, kami telah menyelesaikan tiga menasah dan masjid di Aceh Tengah, membantu korban gempa Lombok Utara yang belum kunjung mampu mendirikan ribuan rumahnya yang hancur. Di Majalengka, bersama sejumlah mitra kami dirikan sarana MCK, di Padang sejumlah rumah ramah gempa sudah didirikan. Di Wai Ela, Maluku Tengah, bantuan pangan dan perlengkapan rumahtangga juga telah diberikan. Pada Ramadhan lalu, sejumlah daerah terpencil yang terabaikan di NTT dan Papua menerima santunan.”

ACT menjangkau kawasan global tanpa mengabaikan krisis kemanusiaan di dalam negeri, berkat kepercayaan publik yang luas. “Kekuatan kami pada kepercayaan publik. ACT tidak pernah berdebat dan berwacana. Kami dengar, kami peduli dan kami bergerak. Tidak ada bentuk ajakan terbaik kepada rakyat Indonesia yang masih kuat hati nuraninya, kecuali berbuat nyata. Hanya lembaga yang benar-benar kata dan perbuatannya tidak berjarak, akan menerima kepercayaan masyarakat. Untuk itu, kami tidak bosan-bosannya berbagi progres langkah ACT, baik isu domestik maupun global,” tugas Syuhelmaidi.

Tim yang bertolak hari ini pun mewakili tiga elemen kepedulian: Doddy CHP sebagai Team Leader mengolah fakta sebagai basis program lanjutan, dr. Lukman Hakim secara nyata terjun dalam aksi medis termasuk melatih relawan lokal berperan sebagai paramedis sebagaimana dilakukannya saat menangani pengungsi Suriah di Jordania, sedangkan Sutaryo mengawal urusan logistik termasuk menyiapkan report harian sehingga setiap langkah Tim SOS Egypt – ACT I ini bisa diikuti terus oleh stakeholder kemanusiaan terutama di Indonesia. “Anda bisa memantaunya melalui situs resmi ACT, www.act.or.id, facebook fan page Aksi Cepat Tanggap, dan twitter @ACTforhumanity,” jelas Syuheilmaidi.[]

Kecam Kebrutalan Militer Mesir, Ribuan Masyarakat Riau Turun ke Jalan

Ribuan Masyarakat Riau, yang tergabung dalam “Masyarakat Riau Peduli Mesir”, memadati bundaran Tugu Ikan Selais, depan kantor pemko Pekanbaru. Massa yang berasal dari gabungan ormas dan mahasiswa ini hadir dari berbagai daerah di provinsi Riau. Mereka mengecam dan memperotes keras tindakan brutal militer mesir, yang mengakibatkan tewasnya ribuan rakyat sipil. Mereka juga mendesak agar pemerintah indonesia, bersikap tegas dan menarik duta besar indonesia di mesir, sebagai protes keras terhadap militer mesir.

Massa memulai aksi setelah melaksanakan sholat jum’at berjamaah, di masjid Ar Rahman Pemko Pekanbaru. Kemudian rombongan massa bergerak menuju tugu ikan selais, sambil membawa sepanduk- sepanduk dan poster- poster yang berisi kecaman atas tindakan militer mesir.

Koordinator SMRUM, Agung Nugroho mengatakan, jika dikalkulasikan sampai hari ini ada sekitar 6.000 orang warga sipil yang menjadi korban pembantaian rezim militer Mesir dibawah pimpinan Jenderal Abdel Fattah Al Sisi. Dari mulai tanggal 8 Juli lalu, ada sekitar 42 orang demonstran anti kudeta yang tewas dan 322 orang demonstran yang luka-luka. Kemudian pada 27 Juli sekitar 120 orang pendukung Mursi yang meninggal dan lebih dari 1.000 orang yang luka-luka.

"Tercatat tiga pekan sejak militer Mesir mengkudeta presiden yang sah Mesir, sudah 450 orang warga sipil telah terbunuh, sekitar 8.000 orang yang terluka dan 1.500 orang ditahan," kata Agung.

Pada tanggal 14 Agustus kemarin adalah hari kebiadaban militer dan polisi militer Mesir yang membantai warga sipil dengan menembaki demonstran serta mebakar masjid di Rab'bah.

"Jika dikalkulasikan yang mati syahid ada sekitar 3.000 orang dari 6.000 orang lebih dan yang terluka mencapai 15.000 jiwa," tambahnya.

Aksi berakhir sekitar pukul 15.30 wib, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ketua PW.Ikadi Riau, Ustad Narlis,MA. (avin)

Ikadi Kampar Bedah Buku Konsep Bid'ah & Teloransi Fiqih, MUI Mengapresiasi

Bertempat di ballroom hotel Altha Bangkinang, Pengurus Daerah Ikatan Da'i Indonesia Kabupaten Kampar menggelar acara bedah buku "Konsep Bid'ah & Toleransi Fiqih" pada Ahad (28/7). Bedah buku itu menghadirkan langsung penerjemah dan pengantar buku tersebut, Dr. H.Taufiq Q Hulaimi, MA.MEd.

Peserta yang terdiri dari para da'i- da'iyah, mubaligh dan pengurus masjid yang ada di kabupaten Kampar tampak antusias menghadiri acara ini. Ketua Ikadi Kampar, Tamarudin, S.Pd.I menejelaskan, digelarnya acara bedah buku ini berangkat dari diskusi di media sosial. "Ketika buku ini di upload ke facebook, cukup banyak yang komentar. Dan kemudian salah satu ustad yang juga anggota DPRD Kampar, ustad Syahrul A'idi meminta Ikadi untuk memfasilitasinya. Setelah dibawa ke rapat pengurus, akhirnya disepakati untuk kita laksanakan", terangnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendorong dan membantu hingga terlaksananya acara ini. "Acara ini adalah sebagian kecil dari usaha kami untuk membangkitkan kembali tradisi ilmiah di Kabupaten Kampar. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengadakan training menulis untuk para ustad di Kabupaten Kampar. Kita sedang menjalin kerjasama dengan pihak penerbit. Insya Allah dengan dukungan dari semua pihak, apa yang kita rencanakan dapat terlaksana" tambahnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kampar, Dr.Mawardi M Saleh, Lc, MA mengapresiasi Ikadi Kampar yang telah menggelar acara ini. "Fenomena bid'ah ini memang sedang hangat- hangatnya menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat kita. Alhamdulillah, Ikadi Kampar tanggap dengan hal ini dan semoga ini bisa memberikan pencerahan kepada para da'i-da'iyah yang kemudian ini disampaikan kepada jamaah-jamaahnya di tempat masing- masing" jelasnya.

Ia juga menyarankan kepada para da'i-da'iyah untuk membaca buku ini. "Saya sarankan kepada para da'I dan mubaligh untuk membaca buku ini, buku yang di tulis oleh Dr. Abdul Ilah Bin Husain Al-'Arfaj ini sangat bagus, menggunakan bahasa yang sangat santun dan sangat ilmiah" jelasnya. [avin]

Hari ke-11 Ramadhan, Rumah Zakat Salurkan Rp1,7 M

Pada ke-11 bulan Ramadhan, Rumah Zakat menyalurkan Rp1,7 M kepada masyarakat kurang mampu dari Aceh hingga Papua. Penyaluran ini berupa 33.599 paket Berkah Buka Puasa, 1.358 paket Berkah Lebaran Yatim, 952 paket Berkah Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera, dan 878 paket Berkah Syiar Quran.

"Penyaluran dana ini dilakukan dalam Gerakan Berbagi Berkah Ramadhan. Gerakan ini dilaksanakan di seluruh cabang Rumah Zakat dan beberapa tempat yang disepakati bersama mitra kami," kata Asep Nurdin, Ketua Program Ramadhan Rumah Zakat, Senin (22/7/2013) di kantor Rumah Zakat cabang Bandung.

Bersama PT Sriboga Flour Mill (SFM), Rumah Zakat menyalurkan 19.000 Paket Berkah Buka Puasa di beberapa kota di antaranya Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang, Tegal, Purwokerto dan Solo. Paket Berkah Buka Puasa ini disalurkan secara reguler selama 25 hari berturut-turut.

"Lokasi penyaluran dipusatkan di wilayah-wilayah binaan Rumah Zakat, masjid-masjid, pesantren, panti asuhan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan daerah yang membutuhkan di sekitar Pulau Jawa," ujar Asep Nurdin.

Di Cilegon Rumah Zakat Cabang Serang menyalurkan Paket Berkah Buka Puasa kepada para tukang becak, ojek, dan warga Kel. Kebon Jahe Serang. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Zakat dan para donaturnya. Kami senang dan bangga kepada Rumah Zakat. Semoga kepercayaan para donator semakin meningkat, kantornya pun semakin maju sehingga masyarakat pun dapat merasakan manfaatnya seperti yang dilaksanakan ini. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan,” ujar Awab Nawawi (63thn), tokoh masyarakat Kel. Kebon Jahe.

Di Bekasi, Sanah (60thn) mengaku bahagia mendapatkan paket Berkah Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera. “Terima kasih Rumah Zakat, di bulan puasa ini saya sangat senang. Ini pertama kali saya mendapatkan bingkisan untuk seorang jompo seperti saya,” ujarnya.

Tidak hanya di Pulau Jawa, gerakan Berbagi Berkah Ramadhan juga dirasakan oleh warga Palembang. “Asyik saya mendapat tas baru dan alat-alat tulis sekolah, sehingga bisa memakai baju baru untuk lebaran, terima kasih Rumah Zakat,” ungkap Tri Apriliani di Palembang dengan bahagia.Pelaksanaan Gerakan Berbagi Berkah Ramadhan akan terus digelar sampai akhir Ramadhan.[Diki Taufik Sidiq]

Islamic Short Movie Festival 2013 Ajak Generasi Muda Berdakwah Melalui Film

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Ramadhan di Kampus (RDK) 1434 Hijriah, Jamaah Shalahuddin (JS) UGM menyelenggarakan acara Islamic Short Movie Festival (ISMF) 2013. Minimnya film pendek islami yang diproduksi oleh generasi muda muslim menjadi latar belakang diadakannya ISMF 2013. Rangkaian acara ISMF diawali dengan perlombaan film pendek islami yang berlangsung dari tanggal 9 Juni sampai dengan 14 Juli 2013 dan diakhiri dengan penganugerahan pemenang perlombaan film pendek islami yang berlangsung pada Hari Sabtu, 20 Juli 2013 di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Seperti tema besar RDK 1434 H, Semangat Baru Menuju Perubahan juga dipilih sebagai tema ISMF 2013.

Perlombaan film pendek islami diikuti oleh tujuh belas tim dari berbagai kalangan (siswa SMA, mahasiswa, dan umum) yang berasal berbagai penjuru Indonesia (Jambi, Pontianak, Jakarta, Bogor, Wonosobo, Semarang, Solo, dan Yogyakarta). Tahap penjurian dilakukan oleh Ifa Isfansyah dan Rusdi Kurniawan. Karya peserta dinilai berdasarkan beberapa kriteria, antara lain ide cerita, visualisasi, ilustrasi musik, dan teknik editing. Lomba ini memperebutkan Piala Gubernur DIY (juara 1), Piala Walikota Yogyakarta (juara 2), dan Piala Dinas Pariwisata DIY (juara 3). Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, penata gambar terbaik, pemeran utama terbaik, dan film terfavorit. Seluruh pemenang ISMF 2013 mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Perlombaan film pendek islami ini digelar sebagai wujud apresiasi bagi para sineas yang telah memproduksi film pendek islami.

Penganugerahan pemenang ISMF 2013, Hari Sabtu (20/7) juga dimeriahkan dengan One Day Filmmaking Workshop dan screening beberapa film hasil karya peserta. Workshop ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Habiburrahman El-Shirazy (sutradara dan penulis bestseller), Ifa Isfansyah (Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2011, 9 Summers & 10 Autumns, Garuda di Dadaku, dan Sang Penari), serta Rusdi Kurniawan (Art Film School Indonesia). Panitia mengundang secara khusus Rohis SMA & SMK se-Yogyakarta, serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Yogyakarta untuk mengikuti One Day Filmmaking Workshop agar para pegiat dakwah ini dapat memiliki bekal teknik-teknik dasar untuk memproduksi sebuah film islami.

Panitia mengaku mengalami kendala, yaitu terpecahnya fokus panitia. “Dalam satu pekan, RDK mempunyai tiga event besar. Jadwal yang padat dan panitia sedikit juga merupakan kendala,” papar Elan selaku koor panitia ISMF 2013.

Rangkaian ISMF 2013 berjalan dengan baik. Pada puncak acara ISMF 2013, panitia mengumumkan para pemenang lomba film pendek islami. Juara I dan II dimenangkan oleh tim Care community dari Purbalingga dengan judul ‘Sarung’ dan ‘Bukan Haji Biasa’. Juara III ditempati oleh Lellebelle Production dari Yogyakarta, dengan judul ‘Aminah’. Sutradara terbaik dimenangkan oleh Anis Septiani (Sarung), tim dari Care community. Videografer Terbaik, Ichsan R A (A Plur), Sekar Art, Yogyakarta. Penulis Naskah Terbaik, Dilla Prameswari (Bukan Haji Biasa), Care Community, Purbalingga. Pemeran Utama Terbaik, Adista Rizqi Amelia (Aminah), Lellebelle Production, Yogyakarta; dan film favorit dimenangkan oleh Film ‘Belum Terlambat’, D'Plaman Movie, Yogyakarta.

“Alhamdulillah, walaupun baru pertama kali dilaksanakan, ISMF sudah diikuti oleh tujuh belas film dari berbagai daerah, selain itu, semua pembicara workshop pun memberikan apresiasi terhadap festival ini dan berharap ISMF rutin diadakan tiap tahun agar dapat menjadi ciri khas Ramadhan di Kampus UGM, ini adalah kesuksesan tersendiri bagi panitia. Dengan adanya rangkaian acara ISMF 2013, diharapkan memicu semangat generasi muda muslim untuk memproduksi film pendek islami yang lebih kreatif dan menarik sebagai media dakwah. ” pungkas Elan. [Adinda Noor Malita]

Telkomsel Serahkan Zakat Penghasilan Karyawan Kepada Rumah Zakat

Majelis Ta'lim Telkomsel (MTT) menyerahkan zakat karyawan sebesar Rp379.687.125,- kepada Asep Nurdin, Chief Funding Officer Rumah Zakat,Rabu(17/7). Dana zakat ini diserahkan langsung oleh Chairuddin, Ketua MT Telkomsel. "Zakat yang diserahkan kepada Rumah Zakat akan diimplementasikan dalam program beasiswa sekolah binaan Rumah Zakat, yakni Sekolah Juara," kata Chairuddin.

Di Telkomsel, zakat penghasilan karyawan sudah dipotong secara otomatis setiap bulannya. “Zakat yang kami berikan ini merupakan gaji karyawan yang dipotong langsung 2.5% dari gaji karyawan yang diterima setiap bulan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan menjadi manfaat bagi orang banyak,” ujar Chairuddin.

Dana zakat ini disalurkan kepada siswa Sekolah Juara yang dibina langsung oleh Rumah Zakat. "Kami mendukung misi pendidikan Rumah Zakat. Sehingga wajib bagi karyawan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk zakat. Apa yang kami dapatkan ada sebagian hak mereka," tutur Chairuddin.

Chairuddin mengungkapkan “Kami percaya Rumah Zakat yang menerima Zakat karyawan perusahaan kami. Melalui Rumah Zakat, dana ummat ini bisa tersalurkan secara maksimal dengan profesional dan tepat sasaran."

Sementara itu Asep Nurdin selaku pihak yang menerima dana beasiswa tersebut mengucapkan “Terima kasih atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin antara Telkomsel dan Rumah Zakat." Ia juga mengucapkan selamat atas meningkatnya produktivitas jaringan terkomsel di seluruh Nusantara. [Diki Taufik Sidiq]

Parenting Entertraining, Meneladani Nabi Muhammad

Rasulullah saw adalah sosok manusia terbaik yang dihadirkan Allah Swt ke dunia untuk menjadi teladan, tidak hanya bagi umat Islam, juga bagi segenap umat manusia.

Hal itulah yang tercermin dalam acara Parenting Entertraining “Muhammad Teladanku” yang diselenggarakan Sygma Daya Insani (SDI), anak perusahaan Sygma Examedia Arkanleema, di Graha Nandhitra Sucofindo, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (14/07/2013).

Acara dibagi dua sesi. Sesi pertama diawali dengan kisah nabi Muhammad saw sejak lahir hingga meninggal serta keteladanan yang ditunjukkan rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan keluhuran akhlaknya yang sangat mulia. Diantaranya tentang Rasulullah sebagai anugerah kehidupan, sebagai pemuda pilihan, sebagai teladan keluarga, pemimpin perjuangan, muhasabah bersama Rasulullah, serta komitmen hidup bersama Rasulullah.

Kisah disampaikan melalui gabungan multimedia, monolog, gerak dan lagu. Kisah Rasulullah disampaikan secara bergantian oleh Nugie Al Afghani, seorang entertaining Religi serta Bunda Kurnia Widhiatuti, seorang praktisi entertaining. Acara dihadiri 800 orang, yang sebagian besar merupakan pasangan keluarga. Pada sesi muhasabah, yang disampaikan oelh Bunda Kurnia Widhiatuti, tidak sedikit hadirin yang meneteskan air mata karena terharu mendengarkan kisah Nabi Muhammad dalam menjalani kehidupannya yang penuh tantangan dan cobaan, yang dihadapinya dengan sabar.

Pada akhir sesi pertama, diakhiri dengan Komitmen Bersama Keluarga Pecinta Rasul, yang dipandu Neno Warisman.

Benny Triandi Djajadi, Direktur Utama PT Sygma Daya Insani, mengungkapkan, tujuannya adalah syiar di bulan Ramadhan.

“Kita diingatkan, disemangati kembali, dan momentnya tepat di bulan Ramadhan, dan momen ini yang sengaja dipilih untuk mengingatkan akan teladan Nabi Muhammad saw. dalam segala bidang, yang harus kita teladani. Muhammad saw adalah panutan,” jelas Benny.

Adapun mengenai Komitmen Bersama Keluarga Pecinta Rasul, lanjut Benny adalah untuk memunculkan momentum.

“Momentum itu perlu. Kalau tidak, kita tidak pernah tahu mulai kapan bergerak. Komitmen yang sudah ada sebelumnya dikeluarkan lagi. Kalau belum ada komitmen, muncul komitmennya,” jelasnya.

“Mengangkat muhammad teladanku menjadi tema sentral bagi keluarga indonesia untuk kehidupan yang lebih baik, menuju keluarga muslim yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Neno Warisman, yang sekarang aktif dalam bidang Parenting, sebelum tampil di sesi kedua, mengungkapkan, Rasulullah sebagai teladan bagi umat manusia diasingkan bahkan dimusuhi oleh sebagian kalangan manusia.

“Harus saya katakan sejujurnya, bahwa tokoh terbaik sepanjang abad ini asing dan dimusuhui oleh sebagian kalangan manusia. Tetapi, itu tidak membuat pencintanya berputus asa untuk mengenalkan sisi terbaik dari yang dicintainya itu,” tandasnya.

“Untuk itu, kedatangan orang-orang ke acara ini merupakan salah satu bentuk dari kerinduan untuk kembali ke rumah Rasulullah dan kebenaran itu sendiri yang membawa mereka ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, usai sesi kedua berupa talkshow yang membahas tentang parenting berlandaskan teladan dari Nabi Muhammad, beberapa diantaranya memberikan komentarnya.

“Bagus sekali ya, terutama mengenai sosok Rasulullah untuk lebih dikenal oleh masyarakat Indonesai. Minimal bisa mencontoh Rasulullah,” ujar Toni Sartono (45 tahun), yang datang dari Tangerang bersama istrinya.

Subhanallah, bagus banget. Terutama untuk kami yang memiliki anak. Lebih menanamkan sosok Rasulullah di rumah. Penyampaiannya pun lebih mengena,” kata Ani (33 thn), peserta asal Depok, yang datang bersama kedua anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun dan 8 tahun.

Sementara itu, Rahadi (33 tahun) asal Bekasi mengungkapkan “Acara ini memberikan inspiras bagi ayah dan ibu untuk semakin memaksimalkan bagaimana mendidik anak”.

Selain di Jakarta, acara Parenting Entertraining juga akan diselenggarakan di Bandung pada 21 Juli 2013. *** [roniramdan]

Meriah, Gebyar Ekonomi Syariah 7


Pengusaha muslim dari kalangan pemuda harus diperbanyak jumlahnya. Secara kualitas, mereka juga harus dibekali etika Islam sehingga bisa menjadi pengusaha sukses seperti Rasulullah di waktu muda. Didorong oleh tujuan tersebut, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI kembali menggelar Gebyar Ekonomi Syariah (GES), Sabtu (18/5) lalu.

“Gebyar Ekonomi Syariah tahun ini cukup berwarna dan lebih meriah dari sebelumnya” ungkap salah seorang peserta yang hadir.

Tahun ini merupakan tahun ketujuh penyelenggaraan GES, dan puncak GES tahun ini diselenggarakan diRuang Teater Wisma Kemenpora RI, Senayan, Jakarta.

Puncak acara GES-7 ini adalah Islamic Entrepreneurship Talkshow (IET) yang menghadirkan para pembicara yang ahli di bidangnya, yakni Ubaidillah yang merupakan owner sukses Soto Kudus Kauman, Valentino Dinsi yang merupakan penulis buku ‘Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian’, Hendro Wibowo, SEI, MM. yang merupakan ketua program studi perbankan syariah STEI SEBI, dan Ahmad Tabrizi dari Social Entrepreneurship PKPU. Selain itu, acara IET ini juga dihadiri oleh pejabat Kemenpora, serta beberapa perwakilan bank yang membacakan sambutannya di acara IET ini.

Talkhsow bertema ‘Ayo Jadi Pengusaha!' itu menyedot perhatian masyarakat, hingga Ruang Teater Wisma Kemenpora RI terisi penuh oleh para peserta. Di tengah-tengah acara, panitia menyuguhkan pentas tari Saman dan Stand Up Comedy. Menjelang waktu maghrib, acara tersebut diakhiri dengan penampilan pentas Teater TTS dan Nasyid Green yang tak kalah menghebohkan.

Selain talkshow, kegiatan GES-7 juga memiliki beberapa rangkaian kegiatan lainnya, yakni Spirit of Islamic Day yang telah diselenggarakan pada bulan Maret lalu, Gebyar Muslimah pada bulan April, Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional, dan Sekolah Pengusaha Muslim Muda pada 22-23 Mei.

“Rangkaian acara GES-7 memang cukup padat, tapi alhamdulillah bisa terselenggara dengan lancar. Setidaknya inilah salah satu ikhtiar kita untuk membangun peradaban emas Indonesia” papar Jejen Jaenudin selaku ketua panitia GES-7 dalam sambutannya. [Multazam Zakaria]

Ingin Sukses Parenting, Keharmonisan Suami Istri Faktor Penting


Penelitian yang dilakukan oleh para psikolog dan guru BK menunjukkan, anak-anak yang bermasalah ternyata mayoritas berasal dari keluarga yang bermasalah. Demikian dipaparkan Ustadz Suhadi Fadjaray dalam Parenting Education 2013 yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah Al Ummah di Gedung PPS Semen Indonesia, Ahad (19/5).

"Jika ayah bunda mau sukses dalam pengasuhan anak, menjadi harmonis adalah kuncinya," tegas konsultan pendidikan itu, "Ayah harus mencintai bunda, dan bunda harus mencintai ayah."

Lebih jauh, pembicara nasional itu menjelaskan, jika suami istri tidak cinta, tidak harmonis, umumnya mereka akan sering terlibat pertengkaran, bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga. Parahnya, anak-anak kerap menjadi korban ketika orangtua bertengkar. Ia dimarahi, dihardik, bahkan disakiti. Kalaupun tidak, karakter anak yang suci laksana kertas putih pun telah terkotori dengan melihat orangtuanya saling memarahi.

Data lain yang diungkap Suhadi menunjukkan, ada pemuda yang tega membunuh orang tuanya sendiri dan kejahatan keji serupa. Setelah diselidiki, ternyata masa kecil mereka kurang ASI. Para pakar menjelaskan bahwa kurangnya ASI bukan sekedar bermakna kurang gizi. Yang lebih penting adalah pelukan dan kasih sayang yang didapatkan bayi saat ia berada dalam dekapan ibu. Senada dengan itu, pelukan dan gendongan ayah kepada anak usia 0-7 tahun juga berpengaruh positif pada pembentukan karakter mereka. Karenanya, motivator yang sering tampil di televisi itu mengajak seluruh orang tua untuk mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada putra-putrinya, terutama di usia 0-7 tahun.

Kunci berikutnya dalam parenting adalah keteladanan. Anak akan lebih mengikuti contoh apa yang ia saksikan daripada perintah atau nasehat yang ia dengar. Jika orangtua mengajak anaknya untuk sabar, tetapi mereka suka marah di rumah, maka yang ditiru anak adalah sifat marah, bukan sabar yang disampaikan secara verbal.

Untuk membuktikan efektiknya keteladanan daripada perintah, Suhadi mengajak peserta melakukan sebuah game. Peserta disuruh mengikuti instruksi pemateri. Dalam beberapa instruksi pertama, di mana pemateri melakukan hal yang sama dengan apa yang ia instruksikan, peserta pun melakukan instruksi tersebut dengan tepat. Namun ketika pemateri menginstruksikan "Pegang dagu!" ternyata banyak peserta yang salah dengan memegang dahi, seperti yang dilakukan oleh pemateri.

Selain mengajak orangtua menjadi teladan bagi anak-anaknya, Suhadi juga merekomendasikan kepada orangtua untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah Muhammad dalam keluarga. Diantaranya dengan cara mengenalkan Rasulullah, membacakan kisah hidup Rasulullah, dan memberikan buku Sirah Nabawiyah untuk anak, tentu saja yang kemasannya menarik dan sesuai dengan usia mereka.
Suhadi baca surat tuk ananda, peserta berurai air mata

Kunci yang tak kalah penting dalam parenting adalah doa. Penulis sejumlah buku itu menceritakan betapa sering ia mendapatkan "keajabaiban" dalam parenting setelah mendoakan anak-anaknya dengan tulus.

Dua jam lebih bersama Suhadi dalam topik "Character Building at Home: Anak Cerdas dan Mulia"itu seakan sangat singkat bagi 250 peserta yang memenuhi Gedung PPS, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Gresik. Ketika peserta ditanya apakah perlu dilanjutkan sesi parenting education berikutnya, hampir semua peserta angkat tangan. Sepanjang training, beragam suasana tampak mewarnai ruangan. Saat-saat tertentu, misalnya saat Suhadi membaca surat dan puisi untuk anak, tidak sedikit orangtua yang menangis. Sebaliknya, saat Suhadi menceritakan kisah-kisah kocak maupun menyampaikan materinya dengan gayanya yang humoris, seisi ruangan pun tertawa terpingkal-pingkal. [AM/Lgs]

FLP Jakarta Raya Bersiap Menggelar Muswil


Forum Lingkar Pena (FPL) Wilayah Jakarta Raya akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah bertempat di Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta, pada Sabtu (25/05) mendatang.

"Sebagaimana amanat AD/ART FLP, Muswil ini utamanya adalah ajang untuk pemilihan ketua FLP Wilayah," kata Retno Nurbaiti, Ketua KPU Muswil.

"FLP Wilayah sendiri ialah wadah bagi cabang untuk berkarya secara lebih luas," lanjut Retno yang juga Ketua FLP Cabang Bogor.

FLP Wilayah Jakarta Raya menjadi tempat bernaung 5 FLP Cabang yang tersebar di 3 provinsi. Kelima cabang itu ialah FLP Jakarta, FLP Depok, FLP Bekasi, FLP Ciputat, dan FLP Bogor.

Dalam keterangannya, Ahmad Lamuna, Ketua FLP Wilayah Jakarta Raya 2011-2013 menuturkan tantangan bagi FLP Wilayah agar terus mengoptimalisasi peran.

"Supaya keberadaannya makin menarik, dibutuhkan, dan bermanfaat bagi cabang," ungkap Lamuna yang dibesarkan oleh FLP Jakarta.

Sejumlah kegiatan kepenulisan telah diselenggarakan FLP Wilayah Jakarta Raya, di antaranya bertajuk Writing Camp.

"Kita konsepnya membuat suatu kegiatan yang tidak sekadar lokakarya, bukan cuma pelatihan. Tapi ada follow up nya. Untuk itu, karya yang dihasilkan pun, mau tidak mau harus layak terbit dan layak kritik," tutur Sudi Yanto, salah satu mentor Writing Camp yang juga mantan Ketua FLP Bekasi.

Pelatihan kepenulisan yang berlangsung pada Februari tahun lalu itu, diikuti oleh para utusan dari cabang melalui proses seleksi. Selama dua hari satu malam, karya peserta dibedah habis oleh para mentor.

"FLP Wilayah sepatutnya terus membuat program yang benar-benar pas bagi cabang. Juga ada sinergi antara satu cabang dengan cabang lainnya," kata Lamuna menyampaikan harapannya untuk kepengurusan mendatang.

Forum Lingkar Pena dikenal sebagai organisasi berazaskan Islam yang berfokus menjadi wadah kaderisasi penulis. Menurut Anggaran Dasarnya, FLP memiliki misi membangun jaringan penulis yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan mencerdaskan. Tahun 2013 ini, organisasi kepenulisan tersebut genap berusia 16 tahun.

Ribuan anggotanya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagian kecil lainnya juga tersebar di luar negeri, membentuk FLP Wilayah di negara-negara antara lain di Jepang, Hongkong, Amerika Utara, dan kawasan Timteng. [AP/FLP]

Kartini Masa Kini, Menulislah!


Lewat surat-suratnya, Raden Ajeng Kartini telah membuka mata banyak perempuan Indonesia untuk bangkit dari kemiskinan, kebodohan, keterkungkungan adat, serta menjadi perempuan merdeka. Lewat surat-suratnya pula, Kartini telah mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan-perempuan pribumi Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

“Semangat menulis (surat) yang dilakukan R.A Kartini ini sepatutnya kita tiru, khususnya kaum perempuan Indonesia sebagai Kartini-Kartini masa kini,” ujar Aliya Nurlela, Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menyikapi pentingnya meneladani sosok R.A Kartini yang hari lahirnya diperingati setiap tanggal 21 April.

Dia menyebutkan, pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya Habislah Gelap Terbitlah Terang juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

“Secara fisik, sebagai anak priyayi seorang bangsawan Jawa, mungkin saja R.A Kartini terkungkung. Tetapi karena ia menulis, pikirannya lepas-bebas, dan ia dapat menuangkan segala gagasannya untuk kemajuan perempuan Indonesia,” ujar Aliya Nurlela.

Dengan menulis pula, ungkap Aliya, perempuan-perempuan akan memiliki aura kecantikan di wajahnya walau mungkin saja secara fisik biasa-biasa saja. Artinya, perempuan yang menulis, dari tulisan-tulisannya itu, orang akan melihat kalau ia orang terpelajar, cerdas, senang dengan kemajuan dan tentu saja memiliki posisi penting di tengah masyarakat.

“Lewat FAM Indonesia, kami mengajak seluruh perempuan Indonesia, baik pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, tenaga kerja wanita, buruh, dan profesi-profesi lainnya, menulislah, lalu ubahlah dunia,” ajak Aliya Nurlela, yang juga penulis buku “100 Persen Insya Allah Sembuh”, “Membuka Pintu Rezeki”, “Fesbuk” dan “Flambolan Senja”.

Membiasakan menulis menurut Aliya bukanlah menjadikan seseorang kelak akan menjadi sastrawan, tidak harus. Apa pun profesi yang dilakoni, dengan membiasakan diri menulis lalu mempublikasikannya lewat media apa saja, akan mendukung profesionalitas profesi yang dimiliki.

Dia mencontohkan, seorang pelajar yang membiasakan menulis, ketika duduk di bangku perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa ia akan menghadapi dosen-dosen yang memberikan tugas menulis makalah. Jika sudah punya bekal yang cukup semasa menjadi siswa, maka menulis makalah akan menjadi pekerjaan yang ringan baginya.

“Berbeda jika sedang dini seorang siswa tidak membiasakan diri menulis, maka ketika menjadi mahasiswa, dapat tugas menulis skripsi, biasanya ia akan keteteran, lalu melakukan tindakan yang tercela, misal copy-paste tulisan orang lewat google, lalu mengganti nama penulisnya dengan namanya sendiri. Jika ini yang dilakukan, maka sejak di perguruan tinggi, mereka sudah membiasakan perbuatan tercela, bagaimana nanti ketika mereka lulus dan menjadi orang penting, bisa saja mereka melakukan tindakan culas dan semacamnya,” papar Aliya.

Begitu juga, tambah Aliya, seorang dokter yang menulis, maka ia akan menulis buku tentang dunia kedokteran, bagaimana cara menyembuhkan penyakit misalnya. Seorang guru yang menulis, ia akan menulis tentang dunia pendidikan, bisa saja ia menggagas lewat tulisannya tentang ide-ide pendidikan agar Ujian Nasional ke depannya tidak lagi bermasalah seperti tahun ini. Begitu juga dengan profesi-profesi lainnya.

“Jika semua orang memahami pentingnya menulis, maka Indonesia akan menjadi negara hebat,” ujar Ibu dari Hibah dan Najla ini.
Aliya Nurlela

Sementara itu, Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan menyebutkan, perkembangan teknologi hari ini semakin memudahkan siapa saja menuangkan gagasannya lewat tulisan. Berbeda di masa lalu, orang yang ingin menulis tapi terkendala dengan alat tulis.

“Dulu orang menghasilkan tulisan lewat mesin tik, sekarang sudah ada komputer, laptop, bahkan di handphone juga bisa menulis. Sudah seharusnya, generasi masa kini lebih aktif menulis dari generasi masa lalu,” ujar penulis novel “Rinai Kabut Singgalang” ini.

Dia menambahkan, FAM Indonesia sebagai salah satu wadah kepenulisan nasional, berupaya bersama-sama untuk menyemarakkan dunia kepenulisan. Sejak berdiri pada 2 Maret 2012 tahun lalu, sebut Muhammad Subhan, FAM telah melebur ke sejumlah sekolah dan kampus-kampus dalam berbagai kegiatan kepenulisan, dan mengajak siapa saja untuk aktif menulis.

“Menulis adalah terapi bagi jiwa yang membutuhkan ketenangan, sebab lewat menulis, apa pun yang tersumbat di dalam diri dapat dilepaskan dan menjadi karya yang luar biasa, dan mudah-mudahan memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya. [REL]

#IndonesiaTanpaJIL Menuntut Penghentian Liberalisasi Pelajar Dan Mahasiswa


Hampir setiap hari kita diperlihatkan contoh nyata prilaku pelajar dan mahasiswa yang semakin jauh dari nilai-nilai agama. Sering sekali kita mendengar berita mengenai pelajar dan mahasiswa yang kehilangan nyawanya sia-sia dalam tawuran. Banyak juga cerita mengenai rusaknya moral pemuda, mulai dari mereka yang menjadi budak narkoba dan hingga korban gaya hidup liberal yang menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan bebas sehingga merelakan kehormatannya hanya demi uang dan kenikmatan duniawi.

Kondisi di atas diperparah dengan sistem dan kurikulum pendidikan yang tidak mendekatkan pelajar dan mahasiswa pada nilai-nilai agama, karena dalam sepekan hanya 2 (dua) jam pelajaran agama diberikan kepada mereka. Pendidik dengan pemikiran “ngawur” semakin menjamur. Ada dosen yang mengajarkan bahwa Allah hanya melihat taqwa seseorang, bukan orientasi seksualnya, bahkan ada juga yang menuliskan lafadz “Allah” hanya untuk diinjak-injak di depan kelas. Karena dididik oleh para pendidik yang seperti itu, muncullah generasi mahasiswa yang dengan berani mengatakan “selamat datang di kampus bebas tuhan” dan berteriak lancang, “mari kita berdzikir Anjinghu Akbar”.

Demi menyelamatkan generasi muda Indonesia, #IndonesiaTanpaJIL menyeru:
• Kepada pemerintah, melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
• Kepada para pendidik, untuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi agama yang dipaksakan kepada mereka.
• Kepada media massa, untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia.
• Kepada orang tua, untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga adalah benteng terakhir moralitas generasi muda Indonesia.

#IndonesiaTanpaJIL adalah gerakan simpatik yang peduli terhadap bahaya pendangkalan ‘aqidah umat Muslim. Gerakan ini didukung oleh para akademisi, cendekiawan Muslim, kaum profesional, aktivis mahasiswa, pelajar, hingga kalangan ibu rumah tangga dan selebritis.

Bandung, 10 November 2012
Fajar Arif Kristanto
Koordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL
Copyright © 2012-2099 SEKILAS DAKWAH - Dami Tripel Template Level 2 by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.
Valid HTML5 by Ardi Bloggerstranger