lazada ID
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

10 Tanda-tanda Dukun

Hampir setiap hari pada pekan ini selalu ada berita kasus dukun. Mulai dukun yang menipu, hingga menzinai dan membunuh pasiennya. Ironisnya, masih banyak orang yang terjebak dengan kedok dukun yang mengaku sebagai ustadz atau Kyai.

Meskipun secara tampilan pakaian dan nama mirip dengan ustadz atau Kyai betulan, dukun-dukun tersebut sebenarnya memiliki tanda. Tanda-tanda ini perlu diketahui agar seseorang tidak terjebak menyangka dukun sebagai ulama, apalagi mendatanginya untuk mencari solusi atas problem yang dialaminya.

10 Tanda-tanda Dukun :

1. Menanyakan nama dan tanggal lahir (termasuk weton) pasien, berikut nama orang tuanya
2. Suka mengambil sesuatu yang dipakai pasien untuk dijadikan medianya. Misalnya potongan baju, sapu tangan, dan lain-lain.
3. Suka menulis/membuat jimat-jimat dan rajah-rajah
4. Membaca doa/mantra yang susah dipahami maknanya
5. Meminta kepada pasien untuk menyembelih binatang tertentu atau menyediakan makanan/sajian tertentu
6. Menyuruh pasien melakukan amal-amal tertentu yang tidak pernah diperintahkan Rasulullah (tidak dikenal syariat)
7. Menyuruh pasien membaca doa/mantra tertentu dengan waktu dan jumlah yang ditentukan
8. Memberikan bungkusan tertentu (jimat/tumbal) kepada pasien untuk dipendam di dalam tanah atau diletakkan di rumah, lokasi usaha, dan sejenisnya
9. Memberikan sesuatu (jimat) untuk dipakai pasien, baik berupa sabuk, cincin, gelang, atau lainnya
10. Melarang pasien melakukan kebaikan atau amal shalih tertentu. Misalnya melarang membaca Al Qur'an selama sekian hari, dan sebagainya.

Demikian 10 tanda-tanda dukun diantara sekian banyak tanda-tandanya. Semoga kita dijaga Allah dari mendatangi dukun, bertanya kepada dukun, mempercayainya, lebih-lebih mencari solusi gaib dari mereka. []

35 Poin Syiah Bukan Islam

Bahasan tentang Syiah kembali mengemuka, pasca terjadinya kasus Sampang. Bagaimana sebenarnya kedudukan Syiah dan hakikatnya? Berikut ini penjelasan Syiah Bukan Islam yang ditulis Peneliti Syiah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya dalam 35 poin:

1. #SyiahBukanIslam - Sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita pahami bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Istna Asyariah. Bukan Zaidiyah.

2. #SyiahBukanIslam - Syiah Itsna Asyariyah adalah syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas di dunia. Yang menguasai Iran.

3. #SyiahBukanIslam - Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mencaci bahkan mengkafirkan sahabat. Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat

4. #SyiahBukanIslam - Ciri khas utama Syiah ada dua; kultus berlebihan kepada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap Shahabat Nabi.

5. #SyiahBukanIslam - Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah worldview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tersebut.

6. #SyiahBukanIslam - Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur'an, Hadits, Politik, Fikih diasaskan oleh kultus Ali & benci pada shahabat.

7. #SyiahBukanIslam - Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke-Esa-an Syiah berbeda dengan konsep ke-Esa-an dalam Ahlussunnah

8. #SyiahBukanIslam - Kitab al-Kafi, kitab hadits syiah yang utama menjelaskn bahwa yang dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yang lain.

9. #SyiahBukanIslam - Lebih jelas lagi dalam Kitab Bihar al-Anwar, kitab rujukan syiah, yang mengatakan "Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir"

10. #SyiahBukanIslam - jadi yang dimaksud syirik bagi syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.

11. #SyiahBukanIslam - Jadi syiah itu sejatinya golongan Takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum Muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama

12. #SyiahBukanIslam - Non-Syiah mereka sebut Nawashib. Sebutan hina. Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.

13. #SyiahBukanIslam - Syiah menyesatkan imam 4 madzhab Ahlussunnah. Merek disebut ahlul bid'ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah,)

14. #SyiahBukanIslam - Istri tercinta Nabi, Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan, kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali. ia ingkar pada Allah

15. #SyiahBukanIslam - Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahahat yang Islam: Abu Dzar, Salman, dan Miqdad

16. #SyiahBukanIslam - Kenapa Syiah menghalalkan Mut'ah. Lagi-lagi karena yang meriwayatkan haramnya mut'ah itu Umar bin Khattab. Karena bencinya itu haditsnya ditolak

17. #SyiahBukanIslam - Kenapa Syiah menolak mushaf ustmani sebagai al-Qur'an? Karena yang menyusun itu Ustman yang mereka benci.

18. #SyiahBukanIslam - Dalam kitab Thaharah, Khumaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.

19. #SyiahBukanIslam - Syaikh Shoduq, ulama Syiah, mengatakan darah nawashib(sunni) itu halal.

20. #SyiahBukanIslam - Imam Khomeini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).

21. #SyiahBukanIslam - Karena itu cara tepat mengenal syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mereka sesungguhnya.

22. #SyiahBukanIslam - Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuhan.

23. #SyiahBukanIslam - Syiah punya rukun agama bernama Taqiyah. "La dina liman la taqiyata"(tidak beragama yang tidak taqiyyah), disebut dalam al-kafi.

24. #SyiahBukanIslam - Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan: golongan yang paling banyak bohongnya itu syiah.

25. #SyiahBukanIslam - Maka jangan heran jika mereka mengkaburkan fakta-fakta syiah Sampang. Krn itu bagian dari akidah. Teologi kebohongan, itulah taqiyah

26. #SyiahBukanIslam - Waspada. Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau karena relawan ke Suriah bantu rezim Asad.

27. #SyiahBukanIslam - Seorang penguru PBNU pernah menulis, syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka siapkan revolusi

28. #SyiahBukanIslam - Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini mewajibkan syiah untuk revolusi di negara masing-masing.

29. #SyiahBukanIslam - Gerakan syiah didukung liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak Islam didukung liberal. Mereka sekarang bersatu.

30. #SyiahBukanIslam - visi syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur'an.

31. #SyiahBukanIslam - Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.

32. #SyiahBukanIslam - Contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.

33. #SyiahBukanIslam - Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. Filsafatnya mengadopsi paripatetik.

34. #SyiahBukanIslam - Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika kita anti Liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama ideologi perusak Islam.

35. #SyiahBukanIslam - Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal. Wassalam.

Sumber: https://twitter.com/hasib_kholili

Mewaspadai 2 Fitnah Pasca Wafatnya Ustadz Jefri Al Buchori


Kita sudah sering mendengar dan membaca doa ini. Doa ini menjadi salah satu alternatif doa dalam shalat jenazah. Hanya saja, terkadang kita kurang mencermati makna dalam doa ini, sebagai permohonan kita berlindung kepada Allah, dari fitnah setelah wafatnya seseorang, termasuk ulama.

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau turunkan fitnah kepada kami sepeninggalnya. (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha', Ibnu Majah meriwayatkan dengan dhamir "hum")

Ustadz Jefri Al Buchori adalah seorang dai muda yang banyak disukai oleh berbagai kalangan; dari anak muda hingga para selebriti. Tidak berlebihan jika Hidayat Nur Wahid menyebut Ustadz Jefri sebagai pejuang dakwah. Wafatnya beliau pada hari Jum'at membuat Ustadz Arifin Ilham membacakan hadits ini untuk beliau:

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر
"Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur" (HR. Al-Tirmidzi)

Ribuan orang menshalati jenazah beliau dan turut mengiringinya ke pemakaman. Belum lagi entah berapa banyak muslim yang mendoakan dan melakukan shalat ghaib untuk beliau di berbagai daerah.

Sayangnya, ada dua fitnah yang berkembang di masyarakat sepeninggal Ustadz Jefri yang perlu untuk segera diluruskan.

Pertama, mereka yang menghina atau meremehkan beliau. Orang yang terkena fitnah jenis ini insya Allah tidak banyak jumlahnya. Namun ada. Di media sosial, akun yang terindikasi fitnah ini menampakkan dirinya. Di saat jutaan umat Islam mendoakan Ustadz Jefri, ada yang malah menghina beliau dengan mempersoalkan kapasitas Uje sebagai ustadz.

Tidakkah orang seperti ini mengerti bahwa Allah melarang keras ghibah.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
“Janganlah sebagian kalian menggunjing dengan sebagaian yang lain. Sukakah salah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian akan merasa jijik.” (QS Al-Hujuraat 49:12)
Contoh fitnah pertama: ghibah dan menghina

Bahkan Rasulullah menyebutkan secara khusus terkait ghibah terhadap orang yang sudah meninggal. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dengan sanad yang shahih bahwa ada seorang yang menyebut-nyebut aib orang yang sudah mati di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal di antara kalian kecuali dengan kebaikan.”

Kedua, orang yang terkena fitnah ghuluw (berlebih-lebihan dan melampaui batas) hingga jatuh dalam pengkultusan. Jumlahnya lebih banyak daripada golongan pertama. Fenomena menyebarkan foto hoax awan yang menyerupai orang berdoa seraya memberikan keterangan bahwa awan itu tepat berada di atas pemakaman Ustadz Jefri bisa jadi dilandasi motif mengkultuskan. Yang pasti, sebagian masyarakat yang memang suka mistis kemudian mempercayai awan itu sebagai tanda "karamah" rentan terjebak pengkultusan. Padahal, jumlah jamaah yang mendoakan dan menshalatkan serta amal dakwah Ustadz Jefri sebenarnya sudah cukup menunjukkan kemuliaan beliau.

Fenomena ghuluw yang lebih jelas ditunjukkan oleh sebuah media nasional, bagaimana seorang wanita dari luar pulau menyempatkan datang khusus ke Jakarta untuk berziarah ke makam Ustadz Jefri, rela mengantri diantara ratusan peziarah lain, Ahad (28/4) kemarin. Ia kemudian mencium batu nisan Ustadz Jefri. "Saya terharu ketika mencium batu nisan Uje, saya benar-benar merinding dan benar-benar merasa tergetar," kata wanita itu.

Sikap ghuluw (berlebihan) terhadap makam orang shalih dikhawatirkan lambat laun akan mengubah kuburan tersebut sebagai berhala yang disembah. Itulah yang dikhawatirkan Rasulullah sehingga beliau berdoa agar makamnya tidak disembah.

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah" (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha')

Doa Rasulullah itu kemudian dikabulkan Allah. Tidak seorangpun yang bisa mendekat kuburan Nabi untuk menyembahnya.

Sikap ghuluw (berlebihan) terhadap orang shalih kemudian menjadikannya berhala sebenarnya telah terjadi berkali-kali. Laata adalah salah satu contohnya. Ia merupakan salah satu induk berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik di zaman jahiliyah. Allah berfirman tentang penyembahan Laata, diantaranya pada Surat An-Najm ayat 19-20. Ketika menafsirkan ayat tersebut, Mujahid mengatakan "Laata adalah orang yang dahulunya mengadukkan tepung (dengan air atau minyak) untuk para jama'ah haji. Setelah ia meninggal, mereka senantiasa mendatangi kuburannya." Jadi Laata adalah orang shalih yang melayani jamaah haji dengan membuatkan dan memberikan makanan untuk mereka. Ketika ia meninggal kuburannya didatangi, diagungkan, lalu lama kelamaan mulailah ia dikultuskan dan disembah. Setelah berganti zaman, hingga menjelang Rasulullah diutus, Laata sudah dibuatkan berhala dan disembah oleh orang-orang jahiliyah.

Semoga kita bisa bersikap proporsional atas wafatnya ulama, termasuk Ustadz Jefri. Yakni menghormati dan mendoakan beliau serta meneruskan perjuangan dakwahnya, tetapi tidak sampai terjebak pada sikap ghuluw terhadapnya. Wallahu a'lam bish shawab. [Abu Nida]

Tanda-tanda Kiamat


Mempercayai adanya hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh umat Islam. Kapan kiamat terjadi, tidak ada seorang pun yang tahu. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mengetahuinya. Namun, Allah telah memberitahukan kepada beliau mengenai tanda-tanda kiamat. Jika tanda-tanda ini belum muncul, kiamat belum akan terjadi.

Diantara tanda-tanda kiamat itu disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits shahih riwayat Ibnu Majah berikut ini:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَالدُّخَانُ وَالدَّابَّةُ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَخُرُوجُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَثَلاَثُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنِ أَبْيَنَ
“Tidaklah hari kiamat akan terjadi sampai terjadinya sepuluh tanda-tanda kiamat: terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, munculnya Dajjal, awan, dabbah, Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa bin Maryam, terjadinya tiga gerhana: gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di negeri Arab, serta api yang keluar dari dalam Qar ‘And Abyan.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang senada dengan hadits tanda-tanda kiamat ini)

Tentang turunnya Nabi Isa sebagai bagian dari tanda-tanda kiamat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا ، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai turunnya Isa bin Maryam kepada kalian, menjadi hakim yang bijak. Maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak dan harta melimpah ruah sehingga tidak seorangpun yang menerimanya.” (HR. Al Bukhari)

Dalam riwayat Imam Muslim dan Ibnu Majah lainnya dijelaskan tanda-tanda kiamat oleh Rasulullah dengan lebih terinci, beserta urutannya (lihat Shahih Sunan Ibnu Majah hadits ke 3310). Dalam hadits tanda-tanda kiamat itu disebutkan bahwa setelah munculnya Dajjal, turunnya Isa bin Maryam, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, kemudian harta melimpah ruah seperti hadits sebelumnya. Ketika mereka tengah berada dalam kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas mengirim angin yang baik dan harum, lalu dicabutlah seluruh roh muslim. Sisanya hanyalah orang jahat yang berkelakuan seperti keledai. Dan kepada merekalah kiamat pun datang.

Demikian sekelumit tanda-tanda kiamat diantara begitu banyak hadits yang menjelaskannya. Dari sedikit tanda kiamat tersebut, tampak nyata bahwa tanda-tanda kiamat di atas belum muncul hingga saat ini. Matahari masih terbit dari timur, Dajjal belum muncul, Nabi Isa belum turun, dan masih banyak umat Islam. []

Hukum Mempercayai Kiamat 21 Desember 2012


Isu kiamat 21 Desember 2012 beredar luas. Isu itu bermula dari ramalan suku maya yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Tidak sedikit orang yang percaya dengan ramalan kiamat itu, bahkan sampai menyiapkan diri menghadapinya, dengan cara-cara yang "konyol". Bagaimana hukum mempercayai ramalan kiamat 21 Desember 2012 itu?

Hari kiamat adalah hari hancurnya alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia. Kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi. Mempercayai adanya hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh umat Islam. Di dalam Al-Qur’an, kiamat disebutkan dalam banyak tempat. Ketika menghimpun ayat-ayat yang mendeskripsikan kiamat, Sayyid Qutb dalam kitab Al Qiyamah menjelaskan ada 77 surat yang berbicara tentang kiamat dan akhirat. Bahkan, ada beberapa surat yang namanya menunjukkan kiamat. Misalnya surat Al Qiyamat dan Al Qari’ah.

Selain dijelaskan di banyak tempat dalam Al Qur’an, kiamat juga dijelaskan dalam banyak hadits. Tidak ada satupun kitab hasits yang tujuh (kutubu sittah) yang melewatkan tema kiamat. Kedahsyatan kiamat tergambar jelas. Kengerian kiamat juga dipaparkan. Bahkan, tidak sedikit hadits shahih yang menjelaskan tanda-tandanya.

Namun, kapan waktu tepatnya terjadi kiamat adalah rahasia Allah. Hal itu termasuk perkara gaib yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengetahui kapan terjadinya kiamat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hari kiamat: "Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, 'Kapankah terjadinya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'" (Q.S Al-A'raaf : 187)

Dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan, Jibril –yang saat itu menjelma seorang lelaki- bertanya kepada Rasulullah: “Beritahu aku kapan datangnya kiamat.” Beliau menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.”

“Datangnya hari kiamat adalah rahasia Allah Ta’ala,” kata Syaikh Mushtafa Dieb Al Bugha dan Syaikh Muhyidin Mistu ketika menjelaskan hadits tersebut dalam kitab Al-Wafi, “Tidak ada satu makhluk pun mengetahuinya, baik malaikat maupun Rasul.”

Maka segala ramalan tentang tanggal terjadinya kiamat adalah dusta, termasuk ramalan yang menyebutkan bahwa kiamat terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Apalagi tanda-tanda akan terjadinya kiamat belum terpenuhi. Misalnya, yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Muslim dan Ibnu Majah berikut ini:

“Tidaklah hari kiamat akan terjadi sampai terjadinya sepuluh tanda-tanda kiamat: terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, munculnya Dajjal, awan, dabbah, Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa bin Maryam, terjadinya tiga gerhana: gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di negeri Arab, serta api yang keluar dari dalam Qar ‘And Abyan.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Lebih dari itu, mempercayai ramalan bisa membuat seseorang terjerumus pada kekufuran. Ramalan di sini bukan hanya tentang ramalan nasib, tetapi juga termasuk ramalan tanggal terjadinya kiamat. Seperti yang beredar saat ini, mempercayai ramalan suku Maya bahwa kiamat terjadi pada 21 Desember 2012.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu mempercayai apa yang diramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Kesimpulannya, mempercayai ramalan kiamat 21 Desember 2012 adalah haram. Bahkan, bisa menjatuhkan seseorang ke dalam kekufuran. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
Copyright © 2012-2099 SEKILAS DAKWAH - Dami Tripel Template Level 2 by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.
Valid HTML5 by Ardi Bloggerstranger