lazada ID
Showing posts with label Opini. Show all posts

Saya, Mursi dan Ikhwanul Muslimin

Apa yang membuat kita bisa demikian peduli pada Mesir, pada Muhammad Mursi, padahal sama sekali tak ada “hubungan dekat” antara kita dan mereka?

Saya mengenal nama Ikhwanul Muslimin sekitar tahun 1990an. Waktu remaja saat itu, kehidupan pribadi dan keluarga tengah dilanda kemelut hebat. Saat penuh ujicoba, manusia biasanya lebih dekat kepada Tuhan. Ketika itu, pengajian tasawwuf menjadi pilihan. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di jamaah tasawwuf, berdzikir dengan mata terpejam dan airmata berlinangan hingga tersedu-sedu.

Bahan bacaan saya saat itu sangat beragam. Mulai kita tasawwuf, kitab klenik sampai sebuah buku yang saya lupa judulnya dan berapa halaman. Tapi tokohnya saya sangat-sangat ingat: Zainab Al Ghazali. Entah mengapa, sosoknya yang terdzalimi seketika menggantikan idola saya yang saat itu masih berputar-putar di Tommy Page dan Richard Marx ( A Shoulder to Cry On ; Right Here Waiting).

Tommy Page yang keren dan cool, Marx yang romantic man kok rasanya jadi kalah jauh pamor dengan Zainab Al Ghazali. Diam-diam, saya jadi mencari tahu, siapa sih Zainab Al Ghazali. Dan hingga saat ini, ia salah satu tokoh perempuan idola saya. Meski, antara saya dan Zainab al Ghazali tak terjalin hubungan darah, ia tak kenal saya, ia pun mana sempat memberikan bantuan ke saya. Kenapa saya mencintainya ya?

Ikhwanul Muslimin
Saya tak membahas masalah sejarahnya. Itu sudah diketahui banyak orang. Saya juga tak ingin membelanya mati-matian, emosional, apalagi sampai sekedar asal cuap. Pada awalnya, saya beranggapan dakwah politik hanya sekedar kamuflase. Di tasawwuf dulu, bukankah manusia terbaik adalah yang hatinya senantiasa ingat Allah, senantiasa berdzikir dan dimanapun ridho padaNya? Yang terbaik, apakah bukan mereka yang senantiasa melazimkan dzikir kemana-mana. Saat itu saya merasa menjadi manusia terbaik, sebab saya bisa dzikir sepanjang hari, baik hati maupun lisan. Bila diingat, tentu tak salah. Tapi pengajian tasawwuf saat itu membuat saya salah langkah (bukan tasawwuf itu yang salah).

Nilai saya jeblok. Ah, itu kan memang kehendak Allah.
Saya nggak punya uang. Ah, memang itu maunya Allah.
Saya nggak bisa membantu orang. Ah, nanti Allah yang akan bantu dia. Sungguh, keterdiaman saya membuat merasa menjadi orang terbaik di dunia ini. Apalagi saya sanggup dzikir sepanjang hari sembari beraktivitas. Seiirnig waktu, saat benturan hidup tak tertahankan. Seorang saudara terjebak narkoba. Seorang saudara jobless, hingga terpaksa menjadi preman. Pergaulan bebas, sehingga beberapa sahabat dekat hamil di luar nikah. Tetap saat itu saya berpikir, “ini kan kehendak Allah? Orang berdosa, orang beribadah adalah kehendak Allah. Kita hanya berdzikir.”

Tetapi, ratapan seorang ibu janda yang berurai airmata di depan saya karena putranya bolak balik di penjara karena kasus narkoba, bolak balik jadi penjahat karena nggak punya kerja menohok. “Aku sudah berdoa, aku sudah bekerja, aku sudah berupaya…tapi apa bukan salah pemerintah sehingga narkoba tersedia dimana-mana? Apa bukan salah pemerintah kalau anakku nggak bisa dapat kerja?” Saat itu hatiku tertohok mendengarnya. Ah, dzikir. Dzikir saja, bu. InsyaAllah ini kehendak Allah.

Lama-lama aku berpikir, apa aku bukan orang apatis ya? Apa aku bukan orang yang malas berusaha, belajar , cari uang dan selalu mengandalkan : ah ini kehendak Allah. Apa aku bukan jenis orang yang kejam ya, karena tiap kali orang minta bantuan aku bilang : belum rezeki anda ya, aku nggak ada dana (karena aku nggak mau kerja, nggak mau belajar/kuliah, sibuk dzikir seharian)… padahal jujur, aku anak pintar intelgensi dan pintar bekerja. Aku bisa bekerja keras untuk punya uang banyak, dan bisa untuk membantu orang lain.

Lalu, aku mulai mengenal buku-buku pergerakan. Apa itu Ikhwanul Muslimin? Konsepnya yang syumuliyah membuat jiwa remajaku yang bertanya sekian banyak hal seolah mendapatkan sinyal : narkoba, pemerintah, kemiskinan, kehendak Tuhan, kehendak manusia dll. Perlahan aku mulai bertanya-tanya : siapa Ikhwanul Muslimin ini? Maka, bertahun kemudian aku menjadi pengagum gerakan ini.

Ya. Berkecimpung dalam politik memang kotor. Tapi apakah kita rela seluruh jajaran petinggi, pejabat negara, pemegang keputusan adalah orang-orang bejat? Bukankah seharusnya dijabat orang-orang baik?

Tapi politik itu kotor. Ya. Lalu menunggu sampai mereka mau memberikannya pada kita? Secara logika mana mungkin seorang mafia menyerahkan bisnis kartelnya pada polisi jujur. Maka, terkagum-kagum pada kiprah Ikhwanul Muslimin yang memulainya dari dakwah sosial, pendidikan, dan merambah ranah politik dengan cara-cara elegan.

Pemerintahan yang notabene adalah kumpulan perusahaan, kumpulan asset, kumpulan sumber daya, kumpulan kepentingan; siapa yang harus mengendalikannya? Tentu orang-orang yang amanah. Dan, hingga saat ini masih terkagum-kagum dengan sepak terjang Ikhwanul Muslimin yang berisi beragam manusia : yang intelek hingga buruh, pengusaha hingga pelajar, anak-anak hingga orangtua. Semuanya bergerak dengan orbit yang sama : membangun dunia yang lebih baik. Dan…siapa sih yang tidak terpana melihat orang-orang cerdas, sukses dalam karir, sukses dalam rumah tangga….penghafal Quran dan dai pula? Ups, runtuh sudah skema dalam pola pikir kita bahwa kesuksesan itu identik dengan kebrutalan, main sikat, main tindas, main rampas. Kemenangan bisa diraih dengan cara sportif, fair, transparan.

Everything is fair in love an war tampaknya tak berlaku bagi Ikhwanul Muslimin. Meski tercambuk berdarah-darah, Ikhwanul Muslimin mampu memenangkan kompetisi tanpa kecurangan apalagi kekerasan. Masih ingan kan konsep Swadeshi nya Mahathma Gandhi? Dengan anggun dan elegan, Ikhwanul Muslimin memenangkan hati rakyat.
“Aku memenangkan hati manusia dengan bersikap mulia, “ demikian kurang lebih saran Shalahuddin al Ayyubi.

Mursi
Lelaki ini sebelumnya tak kukenal. Apalagi ia yang mengenalku. Apa sih kontribusi Mursi dalam hidupku? Tak pernah beli bukuku, memberi sumbangan royalty, apalagi memberikan jasa-jasa yang lain.

Saya dan suami, sering bertemu orang aneh. Kami sepakat, hati tidak bisa ditipu. Bertemu tukang becak, supir taksi, satpam ; ah, kenapa jatuh cinta ya? Oh, ternyata ia orang baik. Bertemu pejabat ini itu, aduh…kok hati rasa gerah ya? Oh, ternyata memang mereka punya udang di balik batu. Kadang, kita memakai hati sebagai intuisi untuk mengenal manusia.

Muhammad Mursi. Apa kita pernah bertemu, bertatap muka? Tidak. Tapi saya tak bisa memungkiri bahwa hati ini terlanjur jatuh cinta pada Mr.President. Jatuh cinta pada hafalan Qur'annya. Jatuh cinta pada istrinya yang menyambangi para janda. Jatuh cinta pada pilihannya pada Hisyam Kandil sebagai PM -dulu. Jatuh cinta pada keputusan-keputusannya. Jatuh cinta pada sikapnya terhadap Rafah, Gaza.

Memang siapa yang merekayasa itu semua? Mursi tak pernah memberi kita apa-apa. Ikhwanul Muslimin juga tidak. Mesir? Apa pernah menggelontorkan bantuan untuk Indonesia agar terlepas dari hutang? Tidak juga. Tapi, kenapa bisa kita mencintai Mesir, Mursi, Ikhwanul Muslimin, rakyat Palestina dan rakyat Mesir? Karena, meski kita manusia yang sehari-hari berkubang dosa. Suka bermaksiat. Suka menggunjing. Suka mencemooh dan mengejek kegagalan orang. Jauh di lubuk manusia terdalam, terdapat sebuah titik.

Imam Ghazali menyebutnya “titik hati” yang secara elektris bergetar saat dekat dengan Tuhan. Mungkin, titik hatik kecil kit, noktah putih itu. Yang masih menyisakan dzikir padaNya. Tak bisa memungkiri bahwa di balik semua sifat keburukan manusia yang kita punya, di relung terdalam nurani, ada getaran cinta murni yang muncul tiap kali bertemu sesuatu yang juga murni dan jernih. Maka kita menangis ketika Uje wafat (meski tak kenal). Maka kita terketuk menyantuni anak yatim (meski kita tak kenal). Maka kita terketuk membantu korban bencana (meski tak kenal). Dan noktah putih kecil dalam hati ini, jatuh cinta tanpa disadari kepada orang-orang yang tidak kita kenal sama sekali. Mursi, Ikhwanul Muslimin, rakyat Mesir.

Memangnya, ada pihak yang pernah memaksa kita untuk mencintai Mursi? Tidak. Tetapi apakah orang kecil seperti saya. Rakyat jelata yang masih dilanda kesulitan beraneka ragam, dilanda kerusuhan kriminalitas dan kesenjangan ekonomi; tidak pantas jatuh cinta pada Presiden penghafal Quran yang terus berjuang dalam kebaikan seperti Mursi? Apa saya tidak semakin mencintai Mursi , ketika seorang Syaikh Gaza di Ramadhan ini menjadi imam masjid kami bercerita : “jika Mesir kuat, kuatlah Palestina. Begitupun sebaliknya. Bersama Mursi, kami kuat. Mursi, setiap hari selalu bertanya : bagaimana kabar al Aqsho hari ini?”
Apakah salah, bila tanpa kita sadari, jatuh cinta pada pemimpin seperti Mursi? [Ahmad Muslim]

10 Alasan Mengapa Harus Membantu Ikhwanul Muslimin di Mesir

Dalam sejarahnya, gerakan Al Ikhwan al Muslimun (Ikhwan) di Mesir sering mengalami cobaan-cobaan berat (Al Mihnah) yang menimpa para pemimpin dan pendukungnya. Pasca kudeta militer Jendral As Sisi terhadap Presiden Mursi pada 3 Juli 2013, jamaah Al Ikhwan kembali mengalami tekanan-tekanan berat. Kali ini lawan mereka bukan hanya militer Mesir dan kaum pemberontak Tamarod, tetapi juga aliansi internasional pendukung Zionisme Israel.

Namun di kalangan umat Islam masih beredar sikap keragu-raguan menyikapi posisi jamaah Ikhwan. Ada yang mendukung, mendoakan, atau bersikap simpatik. Tetapi ada juga yang membiarkan Ikhwan, tidak peduli dengan kesulitan mereka, mencari-cari kesalahannya, bahkan mensyukuri berbagai musibah yang menimpanya. Masya Allah.

Setidaknya ada 10 alasan yang bisa dikemukakan, dimana kita sebagai sesama Muslim sangat penting dan layak mendukung jamaah Ikhwan di Mesir. Semua ini atas pertimbangan Syariat Islam, maslahat umat, dan prinsip keadilan.

Pertama. Sebagai sesama Muslim kita terikat hubungan Ukhuwah Islamiyah. Ulama menjelaskan, ekspresi ukhuwah yang tertinggi ialah Al Itsar, mendahulukan saudara seiman daripada diri sendiri. Sedang ekspresi ukhuwah paling minimal ialah Salatus Shadr, yaitu selamatnya hati kita dari prasangka buruk ke sesama Muslim.

Nabi bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Anas Ra).

Kita tidak boleh cuek kepada sesama Muslim, tetapi harus peduli dengan nasib saudara; meskipun mereka jauh dan tidak mengenal diri kita.

Kedua. Ikhwan saat ini jelas-jelas sedang terzhalimi di Mesir. Mereka mengalami penindasan, perampasan hak-hak, difitnah, diserang, dibunuh, dan dihancurkan. Orang-orang yang terzhalimi ini tidak boleh dibiarkan, tetapi kita harus menolongnya, membantunya, mendukungnya untuk mendapatkan hak-haknya.

Nabi bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh mengkhianatinya, atau mendustainya, atau membiarkannya teraniaya.” (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah Ra). Nabi juga memerintahkan agar kita “menolong orang zhalim” yaitu dengan cara mencegahnya dari perbuatan zhalim (HR. Bukhari, dari Anas Ra).

Ketiga. Jamaah Ikhwan saat ini sedang dikeroyok berbagai pihak, meliputi militer, media sekuler, kaum liberalis, sosialis, Kristen Koptik, Syiah, Barat kolonialis, serta para pendukung Zionis Israel. Sebagai sesama Muslim dan terikat akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, kita harus menolong saudara-saudara seiman.

Keempat. Gerakan Ikhwan melalui Partai FJP telah meraih posisi besar, yaitu kepemimpinan politik yang didukung mayoritas rakyat Mesir. Ini adalah karunia, sangat strategis, dan susah sekali untuk meraihnya. Kepemimpinan ini bahkan merupakan amanat yang harus benar-benar dijaga, dirawat, dan dipertahankan.

Jangan menyia-nyiakan kesempatan itu, sebab ia merupakan pengkhianatan atas amanat Umat dan agama. “Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan (janganlah) kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedangkan kalian mengetahuinya.” (QS: Al Anfal: 27).

Jika bicara tentang kepemimpinan politik (otoritas), kaum Muslimin jangan bersikap tawadhu’, pemurah, atau mudah berbagi. Sudah tak waktunyaberbagi kekuasaan dengan musuh, kecuali untuk strategi. Sebab jika otoritas politik jatuh ke tangan musuh Islam, dari pengalaman selama ini, ia sering digunakan oleh mereka untuk tujuan eksploitasi, marginalisasi, dan penindasan umat. Contohlah kaum Muslimin Turki yang sangat kuat dalam tekad, percaya diri, loyal murni terhadap amanat agama.

Kelima. Jamaah Ikhwan sedang berjuang mengakhiri dominasi militer Mesir yang terkenal korup, menindas, dan sewenang-wenang. Fakta berbicara, setelah kudeta 3 Juli 2013, militer Mesir telah berkali-kali melakukan penangkapan, penculikan, pemenjaraan, pembunuhan, dan pembantaian terhadap warga sipil, khususnya pendukung Presiden Mohammad Mursy. Hal seperti itu sudah biasa mereka lakukan dalam kurun 60 tahunan terakhir.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya manusia jika melihat orang berbuat zhalim, lalu tidak berusaha mencegah tangannya, dikhawatirkan Allah akan meratakan hukuman atas mereka semua, karena pembiaran kezhaliman itu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa’i, dari Abu Bakar As Shiddiq Ra).

Keenam. Ikhwan sedang berusaha mengakhiri politik penindasan yang telah lama menimpa aktivis-aktivis Islam. Hal itu dimulai dari Mesir dengan memperjuangkan otoritas pemerintahan sipil yang melindungi darah dan jiwa kaum Muslimin. Jika upaya di Mesir berhasil, insya Allah keberhasilan yang sama bisa diharapkan berlaku di negeri-negeri lain. Seperti kita ketahui, rezim militer Mesir ialah yang paling kejam kepada para aktivis Islam.

Nabi bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, atau membiarkannya dizhaliminya. Siapa yang membantu hajat saudaranya, maka Allah akan membantu hajatnya. Siapa yang melepaskan seorang Muslim dari sebuah kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitan di Hari Kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupinya di Hari Kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar Ra).

Ketujuh. Ikhwan sedang berjuang membebaskan Mesir dari plot kebijakan luar negeri yang selalu menghamba, melayani, menjaga, dan memuja kepentingan Zionis Israel. Sejak Anwar Sadat menanda-tangani perjanjian Camp David, Mesir kehilangan kedaulatannya. Negeri besar itu hanya mampu menjadi pelayan kepentingan Yahudi Israel.

Kepetingan Zionis-Yahudi semakin menghawatirkan di kawasan Timur Tengah, khususnya masalah Palestina semenjak Mesir di bawah kendali Mursy. Karena itu, tidak mungkin Israel membiarkan kekuasan Mursy terus langgeng.

Orang-orang Yahudi telah menimpakan bala dan nestapa sangat panjang kepada Umat Islam. Mereka bersinergi dengan orang-orang paganis untuk melawan Allah dan Rasul-Nya, serta menguji kaum Muslimin. “Sungguh kamu akan mendapati sekeras-keras manusia dalam permusuhannya kepada orang Mukmin, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan (Allah).” [QS: Al Maa’idah: 82].

Kedelapan. Jamaah Ikhwan berusaha mengakomodir aspirasi dan kepentingan kaum Muslimin di Mesir setelah sekian lama dimarginalkan, ditekan, dan diabaikan. Kekuatan Islam Mesir harus mendapat tempat yang layak, karena suara politik mereka memang besar. Jika selama ini militer Mesir memposisikan diri sebagai perintang politik Islam, maka masyarakat Mesir berhak mendapatkan kedaulatan atas aspirasi dan ekspresi politik mereka.

Kesembilan. Secara manusiawi gerakan Ikhwan berhak mendapatkan hasil dari perjuangan politik mereka, sejak era Syaikh Hasan Al Banna rahimahullah. Perjuangan mereka, pengorbanan, dan kesabarannya layak mendapat hasil setimpal, berupa kekuasaan dan kepemimpinan. Selagi kekuasaan itu dikembangkan demi kemaslahatan hidup rakyat Mesir, bukan demi egoisme dan monopoli, hal itu harus didukung sepenuhnya. “Dan bagi setiap orang akan mendapatkan derajat-derajat sesuai yang mereka amalkan, dan tidaklah Rabb-mu lalai (memberi hasil) atas apa yang mereka amalkan.” [QS. Al An’aam: 32].

Kesepuluh. Al Ikhwan sedang berjuang melawan “tirani demokrasi”, yaitu suatu gerakan politik yang membawa missi kolonialisme dengan mengatas-namakan demokrasi. Gerakan ini akan merampas kemenangan politik apa saja, meskipun bersifat demokratis, jika kemenangan itu diraih gerakan Islam. Sebaliknya, jika kemenangan itu dicapai musuh Islam, meskipun dengan cara-cara licik dan ilegal, mereka akan ridha dan mencintai.

Tirani demokrasi ini jika tidak dihadapi, maka kaum Muslimin akan kehilangan kesempatan memimpin negara. Apa kita rela dunia ini dikuasai manusia-manusia durjana yang sehari-hari selalu menghina Allah dan Rasul-Nya, menumpahkan darah manusia, serta membuat kerusakan di muka bumi? “Wahai orang-orang beriman hendaklah kalian menjadi penegak-penegak (kebenaran) karena Allah dan menjadi saksi atas keadilan.” (Al Maa’idah: 8).

Dengan alasan-alasan seperti ini sangat mudah dipahami jika mayoritas ulama di dunia saat ini mengecam kudeta militer Jendral As Sisi di Mesir dan menuntut pemulihan hak-hak Konstitusional Presiden Mursi. Front ulama Al Azhar di Mesir, ulama dan cendekiawan Saudi, ulama di Sudan, Turki, Qatar, Tunisia, dan lainnya sepakat akan kezhaliman kudeta militer Jendral As Sisi dan perwira-perwira militer pendukungnya.

Pemimpin kita, sempat menyeru warganya, agar tidak ikut campur urusan politik di negeri Mesir. Pemimpin semacam ini menyedihkan dan Sangat ironis!

Penulis : AM. Waskito
Penulis buku “Air Mata Presiden Mursi”
sumber: Hidayatullah.com

Koalisi Pendukung Kudeta Mulai Porak Poranda

Mafia-mafia pelaku kudeta, satu persatu sudah menampakkan kegelisahan. Pertanda, firman Allah sangat tepat ketika berfirman, "Engkau sangka mereka bersatu, padahal hati mereka berpecah-­belah. Yang demikian itu ialah karena mereka itu adalah kaum yang tidak berakal." (QS. Al-Hasyr: 17)

Ya, mereka nampak bersatu padu, apik bekerjasama, demi melengserkan Moursi dari mandat rakyat yang sah. Namun saat Moursi sudah dikudeta, mafia-mafia itu pun tak kuasa hati untuk menutupi "syahwat serakah" terhadap kekuasaan.

Tengoklah kicauan Elbaradai, Wapres Bidang Luar Negeri di akun twitternya ia mengancam Letjen As-Sisi untuk menghentikan propaganda media yang ditenggarai memperburuk citra dirinya. Elbaradai menekan As-Sisi untuk kembali tampil terdepan menghadapi Islamis (proMoursi), setelah hari kemarin (2/8/13), As-Sisi menyerahkan mandat kepada kepolisian di bawah kemendagri.

Bahkan Elbaradai dalam wawancara dengan Reuters secara sengaja menunjuk As-Sisi sebagai problem solver dengan menganggap tiada keberadaan Presiden Adli Mansour sebagai presiden.

Elbaradai seakan menegaskan, "Saya akan memulai menebar isu bahwa yang terjadi di Mesir adalah kudeta bukan revolusi rakyat, tentu jika kudeta yang anda lakukan tidak lurus. Saya akan cuci tangan atas pembantaian yang anda lakukan, dengan menebar release."

Ungkapan Elbaradai di atas mencerminkan, dirinya benar-benar siap mendukung pembantaian di level lobi internasional dengan dalih memerangi teroris, namun dengan syarat 1. As-Sisi memahami bahwa peran dirinya hanyalah sekedar jembatan bukan halte terakhir, dimana kekuasaan berakhir di tangan militer; 2. As-Sisi harus mampu mengerem ambisi pribadi untuk berkuasa.

Tidak hanya Elbaradai, Jhon Kery, Menlu AS nampak sedikit meluruskan sikap AS yang solid mendukng militer Mesir. Pada hari ini, saat ia di London menyampaikan perubahan sikapnya dengan mengatakan, "Semua pihak baik militer maupun pendukung Moursi, harus aktif bekerja demi mencapai solusi damai atas krisis." Jhon Kery menegaskan, adalah hak pendukung Moursi untuk melakukan aksi demo damai. Wawancara Jhon Kery ini ditanggapi Fox News dan situs-situs AS dengan judul; "Kery Berusaha Menjelaskan Kembali Sikap AS tentang Mesir.'

Kemendagri lain lagi. Nampaknya ia mulai menurunkan tensi tekanan terhadap Islamis proMoursi. Muhammad Ibrahim sang menteri mengkhawatirkan pecahnya konflik antara kepolisian dengan demonstran yang jumlahnya jutaan. Bisa jadi, kepolisian -setelah militer mundur- akan mudah dilumpuhkan, atau kepolisian Mesir harus siap-siap membayar mahal tindakan represifna di mata internasional. Hal ini jelas terlihat dari wacana menyeret militer dan kepolisian ke Amnesti Internasional dan Human Right Watch baru-baru ini.

Kisruh dan konflik di barisan kudeta secara kasat mata mudah ditebak. Diprediksi, Elbaradai akan mundur teratur dari barisan kudeta. Maling teriak maling. Kongsi pun akan segera pecah.

Sungguh tekanan demonstran proMoursi yang digalang Ikhwanul Muslimin, sangat besar efeknya secara psikologis. Jumlah jutaan demonstran yang rapi dan damai, benar-benar efektif. Kendati hasilnya tidak mudah terlihat dalam waktu dekat. Lanjutkan wahai para pejuang! Di sini kami dukung dengan doa terindah kami![]

Penulis : Nandang Burhanuddin
Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah

Ustadz Sedekah dalam Pusaran Badai Konspirasi

Jika kita mau mengamati sedikit lebih detail, khususnya di negeri ini, maka para ustadz yang membawa Islam ke ranah 'dunia', pasti akan berhadapan dengan konspirasi yang tak bertepi. Uniknya, konspirasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga nampak apa adanya. Meskipun, bagi kalangan yang melek intelektual, dan sedikit mau memakai hatinya dengan kaca mata kearifan, nampak sekali bahwa hal tersebut tidak normal. Dibuat-buat, di lebay-lebay-kan.

Hal tersebut berlaku sebaliknya. Para Ulama' yang (maaf) hanya sibuk dengan 'akhirat' tanpa mau menyentuh 'dunia', maka dia akan aman. Sepi dari makar. Bahkan, disuburkan.

Kita mulai dari sebuah contoh. Aa Gym. Ingat awal dakwah beliau? Sukses Luar Biasa. Bahkan sempat diwacanakan, ada yang mencalonkan beliau menjadi kandidat Presiden di Negeri ini. Beliau tidak hanya ceramah. Tidak hanya ngurus 'akhirat'. Beliau nulis buku, punya bisnis yang menasional. Mulai dari air minum, penerbitan, travel, radio, tv, dan seterusnya. Video ceramah-ceramah beliau juga marak di dunia maya.

Tampilannya pun necis. Tidak melulu bersarung. Bahkan, saya tidak pernah melihat beliah bergamis layaknya syeikh-syeikh di Timur Tengah sana. Beliau lebih suka bersarung dipasangkan dengan jas atau baju taqwa dihiasai penutup kepala berupa peci yang diikat dengan surban. Karena beliau terjun juga ke urusan 'dunia', beliau tak jarang nampak berjas, bercelana, dan pakaian khas eksekutif lainnya. Beliau juga hobi berkuda dan aneka hobi ekstrim lainyya.

Singkatnya, beliau berhasil membangun sebuah kerajaan baru di negeri ini. Dan tidak sejengkalpun tanah di negeri ini yang belum beliau jejaki. Baik dengan ceramah, tulisan maupun produk beliau.

Saya sangat yakin, jika ketika itu beliau benar-benar maju menjadi kandidat calon Presiden di negeri ini, Insya Allah beliau akan terpilih.

Nah, musuh-musuh Islam inilah yang tidak akan tenang dengan gerakan beliau. Sehingga disusunlah makar. Jahat. Tapi begitulah perjuangan. Kerajaan yang beliau bangun sedemikian kuat, kokoh itu, dihancurleburkan melalui sebuah konspirasi : Poligami.
Sangat aneh kawan-kawanku sekalian. Media serentak menyerang beliau. Habis-habisan. Hingga masalah yang dianjurkan oleh agama ini, nampak tabu karena pemberitaan. Bahkan, tak sedikit jama'ah yang berbalik membenci beliau. Padahal, sang istri pertama pun ikhlas menerima pernikahan beliau yang kedua. Meski sempat cerai, tapi akhirnya mereka kembali dalam sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, aamiin. Insya Allah.

Andai kita mau bertanya, "Kenapa Poligami yang dilakukan Aa Gym dihukumi "haram" oleh media? Sehingga mereka bersatu padu memberitakan ini agar nampak seperti kesalahan?" Jawabannya sederhana : media mengikuti mau pemodal. Siapa punya modal, dia bisa dengan suka hati menurunkan berita.

Lantas, siapakah insan pemilik media itu? Panjang kalau pertanyaan ini kita bahas.
Satu pertanyaan lagi, "Kenapa pernikahan Aa Gym dipermasalahkan? Sementara banyak sekali ustadz, kiyai, anggota DPR, dan orang biasa yang melakukan pligami serupa? Bahkan, ketika Ustadz Arifin Ilham Poligami-pun, tidak ada pemberitaan sama sekali. Padahal, Jama'ah ustadz Arifin Ilham juga jutaan? Tak jauh beda dengan jama'ah Aa Gym kala itu?"

Saya hanya bisa menjawab, "Saya tidak jauh lebih tahu dari anda."
Itu satu contoh.

Contoh kedua. Ustadz Sedekah. Yusuf Mansyur. Pola dakwahnya mirip Aa Gym. Gaul. Beliua juga gak pernah terlihat memakai gamis. Hanya celana dan baju panjang. Bajunya-pun bukan koko. Kadang, cuma kemeja biasa. Saya pernah menyaksikan beliau mengimami shalat Maghrib ketika bulan Ramadhan sekitar dua tahun yang lalu di salah satu Masjid di Komplek Pabuaran Indah - Bogor. Beliau mampir. Sahabat tahu? Celana yang beliau pakai, bagian ujungnya robek. Beliau nampak enjoy. Padahal, harta beliau sudah milyaran.

Nah, beliau juga terjun ngurusi 'dunia'. Mulai investasi, sawah, hotel, dll. Rumah Penghafal Qur'an yang beliau gagas saja, tersebar di seluruh Indonesia dengan brand yang sama. Ceramah beliau juga tersebar luas di you tube. Dakwah beliau biasa disiarkan di televisi nasional Kita. Bahkan, Ramadhan tahun lalu, beliau rutin mengisi kajian selepas tarawih, setiap malam dan disiarkan di televisi nasional kita.

Gagasan yang beliau bawa sederhana, Mari Beli Ulang Indonesia. merupakan sebentuk cinta anak negeri kepada bangsanya. Nasionalisme beliau bukan sekedar buta. Bukan lantaran suku. Tapi cinta kepada ngerinya. Karena kesadaran penuh bahwa negeri ini adalah amanah yang harus dijaga. Bahwa negeri ini hanya bisa dimakmurkan dengan iman dan taqwa seluruh penghuninya.

Mimpi beliau sangat mulia. Membeli televisi nasional, membeli bank syari’ah yang kini asetnya dikuasai asing, mempunyai hoyel syari'ah, mendirikan Rumah Penghafal Qur'an di setiap jengkal negeri ini, dan seterusnya.

Saya berpendapat, beliau satu-satunya ustadz yang hanya modal 'ceramah', bisa mengumpulkan jutaan bahkan puluhan milyar rupiah. Ingat, hanya ceramah. Ini, tak bisa dilakukan oleh banyak orang. Benar-benar tidak ada duanya. Dalam setiap kajian, beliau akan meminta jama'ah untuk berinfaq. Uang yang terkumpul akan diberikan untuk pengurus masjid setempat atau untuk dakwah, seluruhnya. Beliau tidak mengambil sesenpun. Dalam sekali 'sulap', terkumpullah uang puluhan juta. Luar Biasa, bukan? Berapa kali lipat? Modalnya cuma ceramah! Yang lebih menakjubkan, beliau tak pernah memasang tariff. Beliau juga tidak memiliki asisten ketika dating berceramah. Beliau membaur, bersama jama’ahnya.

Dalam kasus terbaru, dengan konsep Patungan Usaha (PU) dan Patungan Asset (PA), beliau berhasil menarik puluhan milyar rupiah ke dalam rekening beliau. Ingat ya, modalnya hanya ceramah. Bahkan PA dan PU itu, hanya disosialisasikan lewat Internet. Di website dan akun twitter beliau. Dimana paket infaq mulanya hanya 1 juta perorang, kini sudah dipatok menjadi 12 juta. Bisa perorang, rombongan atau atas nama majlis taklim.

Nah, musuh Islam ini keder melihat orang seperti beliau. Hanya modal ceramah saja, bisa mengumpulkan puluhan milyar dalam waktu dekat. Jika dibiarkan, maka puluhan milyar itu bisa menjadi puluhan triliun. Jika pulhan, ratusan dan ribuan triliun sudah terkumpul, bisa jadi kita akan lunasi hutang negeri ini dengan uang tersebut. Dan ini, benar-benar membuat musuh Islam berpikir setengah mati untuk menghentikan langkah beliau.

Sekarang ini, konspirasi-konspirasi jahat yang dialamatkan kepada beliau mulai dilancarkan. Dengan beragam cara dan sudut pandang. Saya ingat majalah yang pertama kali mengusik dakwah beliau dan media-media yang kemudian menyerang beliau secara membabi buta.

Bahkan, ada diantara mereka yang bertanya, "Bagaimana kalau ada jama'ah yang minta uangnya dikembalikan?"

Ini pertanyaan bodoh. Sangat bodoh. Karena sampai sekarang, tidak ada jama’ah yang datang menarik investasi yang sudah diititipkan dalam PA dan PU yang beliau gagas itu. Bahkan, di luar sana, banyak sekali jama’ah yang ingin bergabung. Tapi belum kesampaian. Baik karena uangnya terpakai untuk kebutuhan lain, atau yang memang sedang mengumpulkan uang sejumlah itu.

Oya, jangan cerita ke siapa-siapa ya? Beliau ini, berdasarkan sumber yang tidak mau disebut namanya, didatangi oleh beberapa orang yang hendak mencalonkan diri menjadi calon Presiden di pemilu mendatang. Dan, ustadz YM ini ditawari untuk menjadi wakilnya. Dengan tegas, ustadz yang masih muda dan tampan itu menolak. Dan penolakan beliau, berujung pada konspirasi jahat yang tengah terjadi saat ini.

Akhirnya, kita sepakati perkataan Ustadz M Natsir. Sang pendahulu dakwah di negeri ini pernah berpesan. Bahwa orang Islam yang mengurusi ekonomi, politik dan hal-hal 'duniawi' lainnya, tidaklah mungkin dibiarkan. Beliau kemudian melanjutkan, jika tidak mau diganggu, maka berislamlah hanya di masjid saja. Sholat, dzikir, baca Qur'an, istighotsah dan ibadah-ibadah ritual lainnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita doakan ustadz-ustadz kita itu. Terlebih lagi, beliau-beliau terjun ke rimba raya politik dan ekonomi. Agar Allah menolong mereka, Agar Allah menguatkan mereka. Dan kita, menjadi bagian dari mereka.

Para musuh Islam memang membuat makar. Tapi ingatlah, Bahwa Allahlah sebaik-sebaik pembuat makar.

Karena kita punya Allah, maka kita punya berjuta harapan. Karena kita punya Allah, maka musuh hanyalah kerikil yang akan kita tendang ketika menghalangi jalan Kita. Karena kita punya Allah, maka tak ada alasan untuk mundur dari peperangan ini. Karena Islam, akan tetap menang. Dengan atau tanpa kita.

Tetaplah bertahan dan Bersiap-siagalah.[]


Penulis : Pirman
Penulis Antologi Surat Cinta Untuk Murobbi dan sejumlah buku lainnya
Penulis resensi di sejumlah media cetak
Facebook: usman.alfarisi.9

Sebuah Dukungan untuk Ustadz Yusuf Mansur


“Islam beribadah itu akan dibiarkan. Islam berekonomi akan diawasi. Islam berpolitik itu akan dicabut seakar-akarnya”. Ini adalah ucapan terkenal dari tokoh sejarah yang dicintai umat Islam di Indonesia, Muhammad Natsir.

Ucapannya itu sangat dekat dengan realita. Muslim yang hanya kuat dalam beribadah namun lemah dalam ekonomi dan politik, akan dibiarkan oleh pihak yang tidak suka Islam menjadi kuat di muka bumi. Begitu ada muslim yang baik yang berpengaruh pada umat dan mulai berjaya ekonominya, akan diawasi khawatir hartanya dipergunakan untuk kepentingan umat Islam. Dan begitu ada sekelompok umat yang berjuang dalam dunia politik, maka itu adalah potensi bahaya yang besar bagi pihak yang memusuhi Islam karena dengan politik Islam bisa tegak secara formal dan memiliki power di persada bumi.

Pengalaman membuktikan bagaimana usaha demarketing atas usaha-usaha Aa Gym yang pernah naik daun begitu gencar dan menemui kesempatan emasnya saat Aa Gym poligami. Mereka tak peduli bahwa ceramah yang disampaikan Aa Gym begitu mengena di hati insan, yang mereka lihat bahwa Aa Gym sudah merambah kedunia bisnis yang selain bisa mengganggu bisnis orang lain, juga hartanya berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan kejayaan Islam.

Sekarang terjadi pada ustadz Yusuf Mansur. Ada media yang begitu gencar memberitakan sepak terjang ustadz Yusuf Mansur, namun bila dibaca beritanya tak didapat nada positif dari pemberitaan itu. Yang ada malah dimuatnya berita fitnah bahwa ustadz Yusuf Mansur punya hotel di Mekkah. Yah, itulah media sekuler yang memang sudah lama memusuhi umat Islam, sebut saja nama medianya Tempe. Bahkan di media online nomor satu di Indonesia, sebut saja detok, menampilkan versi majalah online dengan tulisan "Patungan Mimpi Ustadz Sedekah." Menurut saya ini tak sopan.

Ustadz Yusuf Mansur kabarnya ditegur oleh beberapa pihak karena patungan usaha yang dilakukannya dinilai tidak memiliki legalitas. Dunia investasi di Indonesia ini diatur oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), dunia perbankan diatur oleh BI, dan usaha koperasi diatur di bawah pengawasan Kementerian Koperasi. Kabarnya, ustadz Yusuf Mansur ditegur karena ketidak jelasan badan hukum saat beliau mengumpulkan dana.

Ada yang mengerti kemana sebuah arisan keluarga dilaporkan? Ke OJK, BI, atau Kementerian Koperasi, atau Departemen Agama karena dianggap infaq atau wakaf? Bila sebuah kegiatan tak diatur oleh undang-undang, lantas menjadi bersalahkah kegiatan itu?

Baiklah, mungkin ini demi kebaikan usaha Yusuf Mansur juga. Niat beliau sudah jelas ditulis dalam akun twitter pribadinya: "Saya cuma ngerti dikit: Kalo ummat bersatu, ga akan tergadai negeri ini." Semoga ini menjadi kebaikan, dengan ustadz Yusuf Mansur melakukan sebuah langkah kebelakang demi kemudahan seribu langkah kedepan. Surut untuk mengatur segala bentuk legal formal dan berhadapan dengan birokrasi beserta tetek bengeknya, belum lagi pihak-pihak yang mengharap cipratan tidak halal dalam bentuk suap.

Setelah selesai diurus legalisasi patungan usaha ini, belum tentu selesai hambatan. Karena "Islam berekonomi" adalah potensi bahaya bagi pihak-pihak: Orang asing ataupun keturunan asing non muslim yang menjajah perekonomian rakyat Indonesia, kelompok sekuler liberalis yang tak ingin pihak islamis memiliki kemudahan gerak dalam usaha, dan kelompok-kelompok pendengki lainnya.

Maju terus ustadz Yusuf Mansur! Lawan penindasan terhadap Umat Islam di bidang ekonomi! [Ghiroh Tsaqofy/Islamedia]

6 Pelajaran Penting dari Kudeta Militer di Mesir

Pada setiap peristiwa, selalu ada pelajaran yang disematkan Allah di dalamnya. Tinggal apakah umat Islam mau mengambilnya atau tidak. Kudeta militer yang menggulingkan Presiden Mesir Muhammad Mursi juga sarat pelajaran bagi umat Islam dan gerakan dakwah, di seluruh penjuru dunia. Agar –diantaranya- kudeta serupa tidak terulang saat gerakan Islam berkuasa...

Berikut ini 6 Pelajaran Penting dari Kudeta Militer di Mesir yang ditulis oleh Ustadz Faridz Nu’man di situs pribadinya:

Pelajaran Pertama. Pertarungan abadi antara al haq dan al batil, serta junudul haq dan junudul batil.

Ikhwah fillah a’azzaniyallah wa iyyakum

Ini adalah hakikat yang tidak terbantahkan, bahwa keduanya tidak akan pernah akur, kecuali hudnah dalam waktu yang sesaat. Sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan, Bani Khuzaah yang pernah memberikan pertolongan kepada perjuangan Beliau pun akhirnya berkhianat hingga menghasilkan perang Khandaq.

Basa basi yang mereka lakukan di hadapan Islamiyyun (aktifis muslim), hanyalah permen manis untuk melenakan kita agar terlupa atas kejahatan dan makar-makar mereka yang lalu, sekarang, dan akan datang. Maka, jangan pernah melupakan madah tarbiyah: “Ash Shiraa’ bainal haq wal baathil”

Pelajaran Kedua. Musuh-musuh da’wah bersatu walau mereka juga mengalami friksi.

Ikhwah fillah

Ini pelajaran kedua, yang begitu terang benderang. Al Kufru millatu waahidahi. Apa pun baju dan merk mereka, walau mereka juga terjadi perpecahan, mereka mampu melupakan perselisihan di antara mereka sendiri demi menghalau musuh mereka bersama; aktifis muslim. Jika sudah selesai, maka mereka akan berselisih kembali.

Tahsabuhum jami’an wa quluubuhum syatta… kamu menyangka mereka bersatu padahal hati mereka berpecah belah.

Baik itu liberal, sekuler, zionis Yahudi, dan Salibis, baik di Indonesia, Mesir, AS, Uni Eropa, dan lainnya sama saja!

Pelajaran Ketiga. Tidak padunya sesama aktifis muslim

Perhatikan nasihat Rabbani ini:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak bersatu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al Anfal: 73)

Sungguh disayangkan, ketika Presiden Muhammad Mursi dikudeta, justru Hizbun Nuur (Salafi), Raja Abdullah dari Arab Saudi, dan yang semisal mereka malah mendukung penggulingan itu, bahkan memberikan selamat kepada presiden baru.

Padahal ini bertentangan dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang melarang memberontak kepada pemimpin yang sah lagi shalih. Bukankah ini yang selalu mereka dengungkan, bahkan mereka menyebut khawarij bagi para pelaku bughat?

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

وأما النصيحة لأئمة المسلمين فمعاونتهم على الحق وطاعتهم فيه وأمرهم به وتنبيهم وتذكيرهم برفق ولطف وإعلامهم بما غفلوا عنه ولم يبلغهم من حقوق المسلمين وترك الخروج عليهم وتألف قلوب الناس لطاعتهم قال الخطابي رحمه الله ومن النصيحة لهم الصلاة خلفهم والجهاد معهم وأداء الصدقات إليهم وترك الخروج بالسيف عليهم إذا ظهر منهم حيف أو سوء عشرة وأن لا يغروا بالثناء الكاذب عليهم وأن يدعى لهم بالصلاح وهذا كله على أن المراد بأئمة المسلمين الخلفاء وغيرهم ممن يقوم بأمور المسملين من أصحاب الولايات وهذا هو المشهور وحكاه أيضا الخطابي ثم قال وقد يتأول ذلك على الأئمة الذين هم علماء الدين وأن من نصيحتهم قبول ما رووه وتقليدهم في الأحكام وإحسان الظن بهم
“Ada pun nasihat untuk para imam kaum muslimin adalah: dengan membantu mereka di atas kebenaran, mentaati mereka, memerintahkan mereka dengan ketaatan, dan memperingatkan mereka dengan cara lembut dan santun, memberitahu mereka ketika mereka melalaikan hak kaum muslimin, tidak memberontak, dan menyatukan hati kaum muslimin untuk mentaatinya. Berkata Al Khathabi Rahimahullah: diantara bentuk nasihat untuk mereka adalah: shalat di belakang mereka, jihad bersama mereka, menunaikan zakat, tidak memberontak dan mengangkat senjata jika melihat adanya kezaliman pada mereka atau perilaku yang buruk, tidak mempardayai mereka dengan pujian-pujian dusta, dan mendoakan mereka dengan kebaikan. Semua ini nasihat bagi para imam kaum muslimin dalam pengertian para khalifah dan selain mereka yang mengurusan urusan kaum muslimin, dari kalangan para penguasa. Inilah yang masyhur. Ini juga dikatakan oleh Al Khathabi. Kemudian dia berkata: ada juga yang metakwil bahwa pemimpin di sini adalah para ulama, dan nasihat bagi mereka adalah dengan menerima pandangan mereka, mengikuti mereka dalam masalah hukum, dan berbaik sangka kepada mereka.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/38-39)

Jangan sampai hanya karena presidennya dari Ikhwanul Muslimin, maka pemberontakan dan penggulingan adalah sah! Tidak peduli dia shalih atau tidak, berprestasi atau tidak, pokokya dari Ikhwan, maka boleh digulingkan.

Ada juga yang diam, tidak peduli, bahkan masih mencibir dan sinis karena Mursi adalah presiden terpilih melalui proses demokrasi yang kufur kata mereka … Wallahul Musta’an wa Ilahi Musytaka!

Pelajaran Keempat. Pentingnya kekuatan media

Di dalam negeri, kita dibombardir berita demonstrasi anti Mursi, seakan mereka mendominasi di sana. Padahal mereka –liberal, sekuler, dan salibis- adalah tirani minoritas. Bahkan memelintir berita adalah halal bagi mereka. Merubah hakikat peristiwa adalah biasa saja ….. walau itu zalim!

Fabaddalal ladziina zhalamuu qaulan ghairalladzi qiila lahum … dan orang-orang zalim itu merubah kata-kata yang tidak dikatakan kepada mereka .

Sebaliknya, aksi dukungan untuk Mursi sepi pemberitaan. Mereka tidak tertarik memberitakannya, walau aksi dukungan tersebut jauh lebih besar. Kenapa mereka tidak tertarik? Apakah juga karena ideologi yang berbeda? Ini pun juga dialami oleh aktifis muslim di Indonesia.

Jika memang begitu, apakah belum cukup alasan bagi aktifis Islam untuk memiliki Media sendiri? Jangan satu, buatlah seribu …..! Kita memiliki banyak SDM dan kekayaan, dan mampu untuk itu, tapi maukah?

Pelajaran Kelima. Pentingnya menda’wahi militer

Ya! Mereka adalah bagian dari mad’u kita. Bukan musuh, mereka punya moncong senjata kita punya fikrah. Paduan keduanya adalah kekuatan untuk menjaga agama dan teritori. Oleh karenanya Al Ustadz Hasan Al Banna pernah mengatakan bahwa di antara Syumuliatul Islam adalah Akhlaq wa Quwwah – akhlak dan kekuatan. Semua ini agar moncong mereka tidak diarahkan kepada aktifis muslim apalagi jamaah shalat. Melainkan kepada musuh-musuh Islam dan kaum muslimin.

Pelajaran Keenam. Sabar tiada henti

Inilah jalan da’wah, apa yang dialami oleh Ikhwanul Muslimin dengan berbagai sejarah panjang penyiksaan, penangkapan, pengusiran, dan pembunuhan yang mereka alami, baik di Mesir, atau di negara lain, dulu dan sekarang, adalah pengulangan apa yang dialami oleh Junudul Haq generasi pertama. Fa’tabiruu yaa ulil abshaaar!

Wallahu A’lam. [Sumber: Ustadzfarid.com]

Resep Sabar di Bulan Ramadhan

Kalau kita dengar kata ‘resep’ tentu yang ada di pikiran kita adalah makanan, apalagi di bulan Ramadhan. Tapi kali ini resep yang akan saya sajikan adalah resep sabar di bulan Ramadhan. Rugi kan rasanya kalau bulan yang memiliki banyak bonus ini kita lalui dengan kemarahan-kemarahan baik besar atau pun kecil yang seringkali juga kita lakukan di bulan-bulan lainnya. Nah, resep sabar kali ini adalah resep sabar ala chef ternama di ranah politik beberapa tahun silam. Beliau adalah almarhumah Yoyoh Yusroh yang beberapa tahun silam telah berpulang ke Rahmatullah.

Dalam salah satu buku yang disusun oleh Tim GIP, tertuang resep beliau untuk menanggulangi sabar dalam segala situasi. Resep itu muncul dari nasihat salah satu ustadz yaitu ustadz Abu Ridho, “Apabila mau marah kepada anak, lebih baik marah kepada Yahudi saja. Apabila dihadapkan dalam banyak masalah keluarga, dan lain-lain, ketahui dan sadari, bahwa ada masalah yang jauh lebih besar yaitu Yahudi”.

Ketika di satu titik beliau ingin sekali marah entah karena urusan keluarga, pekerjaan, atau yang lainnya, beliau selalu mengingat bahwa masih banyak hal yang layak kita beri kemarahan kita. Contohnya saja kaum muslimin di belahan Barat, banyak sekali yang sedang mengalami nasib yang sangat tragis. Agama kita diijnjak-injak di sana. Saudara-saudara kita sesama muslim pun banyak sekali yang didzolimi dengan sangat. Pengetahuan tentang berita-berita terbaru seputar Islam baik di dalam negeri maupun di luar negeri itu lah yang membuat beliau berpikir seribu kali jika ingin meluapkan kemarahan pada masalah-masalah yang sebenarnya bisa dibuat simple. Tidak usahlah kita buang-buang energi hanya untuk marah-marah apalagi marah yang tidak jelas yang hanya akan menambah beban dosa kita. Alangkah baiknya jika marah itu untuk orang-orang kafir yang mendzolimi saudara-saudara kita seiman di belahan bumi mana pun. Hal itu jauh lebih berpahala.

Satu hal lagi, resep yang tak kalah jitu adalah resep dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada banyak sekali hadits dan ayat Al Qur’an yang menganjurkan kita untuk tidak marah. Salah satunya ini mungkin bisa membuat kita untuk tidak marah karena ada bingkisan yang indah dari Allah bagi orang-orang yang menahan amarahnya.

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai.” Hasan, HR.Ahmad (III/440), Abu Dawud (no.4777), at-Tirmdzi (no.2021), dan Ibnu Majah (no.4286) dari Sahabat Mu’adz bin Anas al-Juhani Radhiyallahu anhu. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ish Shaghir (no.6522)

Setidaknya, jika masalah-masalah saudara-saudara kita seiman yang terdzolimi di belahan bumi yang lain dan iming-iming yang diberikan Allah tidak sanggup meredam amarah kita, betapa meruginya kita. Wallahu a’lam bish shawab. [Gresia Divi]

Tamarud Salah Langkah, As Sisi Mulai Kalah

Skenario yang kuat sekali dirasakan oleh Ikhwanul Muslimin dan elemen gerakan Islam anti-kekerasan lainnya adalah: provokasi untuk melakukan kekerasan. Keyakinan dan komitmen yang kuat bahwa kekerasan -kendati sangat mudah dan sangat mampu dilakukan- tidak akan berbuah kebaikan apapun bagi tatanan sosial masyarakat yang akan dibentuk selanjutnya.

Berbagai teknik provokasi dilancarkan, satu persatu korban dari pihak ikhwan berguguran, tidak ada balasan apapun, keputusan mulia tidak mungkin diambil atas respon terhadap provokasi murahan. Provokasi fisik gagal, Ikhwan tidak melawan, provokasi media melalui perang semantik dilancarkan, diputarlah terma "coup de etat" menjadi "democratic military intervention", "massacre" menjadi "clashes", "slaughtering" menjadi "fighting".. maksa sekali!

Tidak satupun manusia berakal yang melihat langsung kejadian di lapangan akan mengamini pelabelan tersebut. Dr Safwan Hijaazi menegaskan di Podium Legitimasi bahwa "Selalu kita semua menjadi hamba Allah yang dibunuh, dan tidak akan pernah kita menjadi hamba Allah yang membunuh."

Kini satu persatu warga dunia mulai melek. Noam Chomsky mengungkap bahwa islamiyyun telah membuktikan mereka lebih demokratis, lebih welas asih, lebih berkeadilan daripada kaum sekuler dan liberal. Dan mereka juga telah membuktikan bahwa mereka jauh lebih beradab (civilized). Sebagian kaum Tamarud (pemberontak) mulai tersadar bahwa mereka telah salah langkah, krisis BBM sejak Mursi menaiki kursi kepresidenan ternyata dibackup oleh para spekulan pro-Mubarak. Abdul Futuh mulai mengkritisi formasi pemerintahan yang baru, Kaum Koptik juga enggan dengan formasi baru, Syeikh Azhar menyerukan i'tikaf untuk muhasabah nasional. As-Sisi mudah-mudahan tersadar dan menyiapkan pelarian dirinya atas kejahatan dan pengkhianatan demokrasi yang telah ia lakukan.. tahsabuhum jamii'an wa quluubuhum syatta.

Semoga suatu hari kita melihat Muhammad Mursi dikembalikan kepada tempatnya sesuai kehendak rakyat yang sekarang tumpah ruah ke jalanan di Mesir.. dan ketika As-Sisi memohon ampunan dan perlindungan Muhammad Mursi, kita akan dengarkan ucapan terindah yang pernah diucapkan Nabi Salallahu'alaihi wa Sallam.. Antumut Tulaqoo!! [Abu Abdurrahman]

Dilema Jenderal As Sisi, Pergi atau Dihukum Mati

"Jangan bersedih, Anda memang tidak lagi menjadi Presiden Mesir saja. Malah kini Anda menjadi Presiden pilihan setiap muslim Arab yang merdeka!"

Itulah kobaran semangat yang disampaikan Syaikh Raid Shalah, pimpinan gerakan Islam di Palestina. As-Sisi benar-benar salah perhitungan. Kudeta telah mengorbitkan sosok Moursi sekaligus jamaah Ikhwanul Muslimin dan fikrohnya ke seluruh dunia.

Kini As-Sisi diabaikan para komandan Militer. Sebab kesepakatan awal dengan para komandan divisi, selain dewan Jenderal adalah: militer akan mendorong referendum untuk memilih Presiden baru atau menjadikan Moursi sebagai Presiden simbolik, yang tidak powerfull. Namun di lapangan benar-benar keluar kendali; pembubaran MPR, pembekuan UU, pemakzulan Presiden, hingga tragedi pembantaian di depan Mako Garda Republik.

As-Sisi kini dihadapkan pada kenyataan pahit: rakyat melawan dirinya. Kairo benar-benar dikepung. As-Sisi menjadi most wanted oleh rakyatnya sendiri. Ia bisa bernasib seperti Sadat, Nasser, atau Khadafi. Ia tak mungkin menggunakan kekuatan militer untuk membasmi demonstran sipil yang komitmen dengan perdamaian, jauh dari anarkisme, bahkan demonstran yang tdak pantas dijuluki teroris. Mengingat "jebakan" berbuat anarkis, tidak ampuh lagi menggiring Ikhwanul Muslimin. Demontran ideologis. Yaitu demonstran yang siap diam berpuluh-puluh hari. Bukan demonstran yang sekedar datang, diam 4 jam, kemudian pergi ke mall-mall. Tapi demonstran yang siap mati, dengan telanjang dada, demi cita-cita dikembalikannya hak yang dirampas oleh kaum sekuler-liberal-muslim ambigu yang didukung militer dikembalikan.

Solusi yang kembali dirasa pahit bagi dirinya: Militer akan membantu mengeluarkan As-Sisi lari dari Mesir ke LN, seperti Zainal Abidin Ben Ali Presiden Tunis ke Saudi atau Marsekal Madya Syafiq yang dilarikan ke Emirat Arab. Itu pun jika tidak, As-Sisi harus siap mati dibunuh pengawalnya sendiri.

Menurut hemat saya, As-Sisi akan dilarikan militer ke bandara untuk pergi ke tempat pengasingan. Kemudian ia menjadi pengamat di luar, sembari berharap mudah-mudahan Moursi saat menjadi Presiden mau berbuka hati memaafkan. Wahai As-Sisi, sekali lagi, sejarah selalu berpaling dari pengkhianat! []

Penulis : Nandang Burhanuddin
Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah
Judul Asli: As-Sisi, Pergi atau Dituntut Mati!

5 Cara Agar Moursi Kembali Berkuasa

Carut marut yang terjadi di Mesir, serta merta menarik perhatian dunia. Mesir, negeri yang difirmakan Allah: Udkhuluu Mishro insya Allah Aaaminiin (Masuklah ke negeri Mesir, insya Allah aman). Namun atas ulah tangan-tangan jahil, Mesir berada di titik keterpurukan setelah era Fir'aun yang memburu Nabi Musa alaihis salam.

Kini semua orang harap-harap cemas, agar Mesir tak masuk dalam perangkap Zionis terlalu dalam. Cukup sudah tragedi kemanusiaan di Syiria. Ratusan ribu tewas, sedang yang bertepuk tangan adalah Israel.

Walau seminggu, efek negatif kudeta sudah mulai dirasakan. Cadangan devisa Mesir turun 2 Milyar Dollar, dari 16 Milyar ke 14 Milyar. Padahal sebelumnya, saat Moursi berkuasa, ia menerima devisa yang hanya kisaran 12-13 Milyar Dollar dari 32 Dollar yang setengahnya dikorupsi rezim Mubarak dan Omar Sulaeman. Roda ekonomi mulai melamban.

Di sisi lain, secara psikologis, demostran Tamarrud bahkan para tentara-polisi sekalipun tidak memiliki ketahanan yang lama dibanding demonstran Tajarrud yang pro Moursi. Kendati ditembaki, dengan berbekal Al-Qur'an dan jalinan ukhuwwah yang saling ta'awun-takaful, para demonstran malah semakin kuat. Hal ini semakin menjawab, bahwa jiwa-jiwa yang telah terbina tarbiyah model Ikhwanul Muslimin, bukan hanya berteriak kencang di TOA, mimbar, atau gagah membawa bendera. Tapi jiwa-jiwa binaan IM adalah jiwa-jiwa yang memiliki napas panjang untuk menghadapi segala kemungkinan, bahkan hingga ajal sekalipun.

Oleh karena itu, apa solusi atau cara agar militer yang dikomandoi Letjend As-Sisi mundur dari kudeta dan kembali ke barak? Seorang pakar militer bernama Shafwat Az-Zayyat menyampaikan analisanya, "Jika kalian menginginkan Presiden yang sah, Moursi kembali dalam waktu dekat, maka kalian harus melakukan langkah yang efektif dan tidak ada langkah lain.

Pertama: Daya tekan sejati dan dijamin sukses, adalah di Kairo bukan di provinsi-provinsi lainnya. Oleh karena itu, kalian harus keluar dari seluruh provinsi Mesir dan penuhi Kairo.

Kedua: Kairo adalah pusat negara. Di dalamnya terdapat seluruh perwakilan media asing yang kini meliput dan menjadikan tragedi Kairo sebagai headlines.

Ketiga: Kairo adalah tempat berkumpul seluruh kepala negara, kepala staf militer, dan petinggi ekonomi.

Keempat: Kairo selalu mengabadikan gerakan demonstrasi menggunakan helikopter. Dari view atas inilah, jumlah demonstran pro Syar'iyyah (kepemimpinan sah) dapat diperkirakan. Pada akhirnya sejarah akan mencatat, demonstran pro Moursi sebagai lautan manusia yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Kelima: Penuhi lokasi-lokasi vital yang menjadi sorotan lensa kamera, seperti Istana Ittihadiyah, Mako Garda Republik, Stasiun Radio dan TV, Rab'ah Al-Adawiya, dan underpass besar di seluruh Kairo.

Terbukti satu persatu tanda kemenangan itu nampak.
- Pihak Kristen protes atas keputusan Dewan Jenderal yang menyetujui penunjukkan PM dari kalangan Salafy.
- Psikologis militer yang semakin down, sebab seburuk-buruknya militer Mesir -selain Polisi- doktrin mereka adalah Jihad melawan musuh kafir, bukan lawan politik.
- Ukasyah, salah seorang pentolan Liberal pun protes, sebab ia tidak dilibatkan dalam pemerintahan sementara.

Saya berharap dan berdoa, Al-Hafizh Moursi dapat kembali ke kursi Presiden. Menjawab tuduhan jiwa-jiwa kotor yang tak terbina adab Islam, bahwa Moursi adalah Presiden Muslim Minus Islam, Moursi adalah Presiden yang Hafal Al-Qur'an Tapi Tidak Hafizh, Moursi Hafal Al-Qur'an Kok Masih Meminta Mushaf, dan pernyataan-pernyataan yang tidak mencerminkan syariah itu sendiri.

Kenyataan, warga Palestina saat ini, sudah satu minggu lamanya tertahan di perbatasan. Tidak bisa keluar-masuk, akibat kudeta yang melengserkan Moursi. Namun suara yang dahulu nyaring mengkritisi Moursi yang menutup terowongan dan membuka perbatasan itu, kini tak terdengar mengkritisi Presiden Adli Mansour dan Letjend As-Sisi.

Majulah Ikhwan, harapan itu makin terbentang!

Penulis : Nandang Burhanuddin
Pemerhati Dunia Islam dan Timur Tengah

Erdogan Al Fatih, Penakluk Kedua Konstantinopel

Kalau ada sosok yang ditunggu-tunggu kedatangannya sepanjang sejarah Islam, di mana setiap orang ingin menjadi sosok itu, maka dia adalah sang penakluk Konstantinopel. Para shahabat Nabi berebutan ingin menjadi orang yang diceritakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut dengan berusaha menyusun strategi dan kekuatan untuk menaklukan kota terbaik di jamannya yaitu Konstantinopel.

Betapa tidak, beliau Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memang betul-betul memuji sosok itu.

Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335)

Dialah Sultan Fatih Mehmed (Muhammad al Fatih) sang penakluk kota Konstantinopel yang mendedikasikan seluruh waktu dan energinya untuk sebuah cita-cita yang Rasulullah katakan dalam sebuah basyirohnya yang kemudian dia berhasil menaklukannya pada tahun 1453.

Demikian pula dikatakan dalam sebuah hadist bahwa suatu saat nanti sebelum kiamat akan terjadi keunikan sebuah peristiwa. Keunikan peristiwa ini adalah ditaklukkannya Konstantin untuk kedua kalinya tanpa menggunakan pedang dan panah, namun hanya menggunakan tahlil dan takbir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kalian pernah mendengarkan suatu kota yang sebagiannya terletak di darat dan sebagiannya di laut? Para sahabat menjawab, “Pernah wahai Rasulullah”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia diserang oleh 770.000 orang Bani Ishaq. Ketika mereka telah di sana maka mereka-pun memasukinya. Mereka tidak berperang dengan senjata dan tidak melepaskan 1 anak panah-pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka jatuhlah bagian yang lain. Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. (HR. Muslim)

Ditafsirkan dari hadits tersebut, kota yang dimaksud adalah Konstatinopel yang sekarang bernama İstanbul. Sebagaimana kita tahu pasca runtuhnya kehalifahan Turki Utsmani, Mustafa Kemal Ataturk menjadikan Turki sebagai negara sekuler. Ia menjauhkan nilaı-nilai Islam dari masyarakatnya, juga pada sistem pemerintahan. Ia menjadikan alkohol atau minuman keras dijual bebas dan juga melarang masyarakatnya memakai pakaian muslimah di sekolah dan pemerintahan. Juga memberlakukan azan dikumandangkan dalam bahasa Turki.

Adalah Rejeb Tayyib Erdoğan, seorang perdana Menteri Turki yang taat, saat ini menjadi isyarat akan ditaklukannya Konstatinopel untuk kedua kalinya. Mengapa? Hal ini dikarenakan sepak terjangnya dalam memimpin Turki dengan penuh kepiawaian yang luar biasa. Ia mengatakan dalam pidatonya kepada kaum muslimin Turki bahwa tidak bisa orang mengatakan dirinya sebagai seorang mukmin dan seorang yang sekuler secara bersamaan. Sebab tidak mungkin seseorang menjadi mukmin dan bukan mukmin secara bersamaan. Hal ini dikarenakan bagi seorang Muslim, pemegang kekuasaan tertinggi hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan manusia. Erdogan juga mengatakan bahwa ia akan memulai sebuah perdaban di bawah puing-puing kehancuran kepemimpinan umat İslam.

Jika pemimpin-pemimpin Turki sebelumnya berkali-kali digulingkan kekuasaannya secara kudeta oleh militer, justru sampai saat ini rakyat Turki sangat bangga dengan kepemimpinan Erdogan. Ia juga melalukan pembinaan kepada militer Turki dengan pemahaman-pemahan keislaman. Selain itu, ia juga secara gemilangan menjadikan Turki maju di bidang ekonomi dan menjadikannya negara yang bebas dari hutang IMF. Meskipun, ada sebagian kecil dari rakyatnya yang menganut sekulerisme berusaha untuk menjatuhkannya.

Bukan hanya itu, hebatnya ia menjadikan jalan demokrasi yang di serukan oleh kaum liberalis untuk menempatkan kebebasan bagi setiap individu, ia gunakan untuk meraih kebebasan umat Islam guna kembali memperoleh hak-haknya. Seperti dicabutnya larangan berjilbab bagi para pelajar. Dimasukkannya kembali kurikulum pelajaran bahasa Arab atau membaca tulis Qur’an di sekolah (yang selama 10 tahun lebih dicabut dari sekolah). Erdogan juga membangun sekolah-sekolah penghafal Qur’an. Ia juga memperjuangkan kebebasan dalam bernegara lebih luas lagi, seperti mendukung kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Juga menjalin kerjasama bagi semua pihak yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan. Ia juga paling demokratis dalam menyerap aspirasi secara langsung dan damai bagi rakyatnya dari berbagai elemen. Di mana hal ini berbeda dengan pemimpin-pemimpin Turki sebelumnya yang berfaham sekuleris yang sulit untuk menyerap aspirasi rakyatnya sehingga pemerintahan menjadi chaos.

Dalam pidatonya kepada dunia Erdogan mengatakan ’”Satu koma lima milyar umat İslam di dunia menunggu Turki untuk bangkit akan siap untuk membangun sebuah peradaban dan peradaban akan bangkit di tempat ia terporak poranda” . Dalam data statistik, Turki hanya berpenduduk 70 juta, namun ia mengatakan 1.5 milyar muslim dunia. Ini menjadikan ketakutan yang luar biasa bagi negara-negara besar seperti Amerika. Pidatonya menjadikan Turki sesuatu yang patut dipertimbangkan dan diperhitungkan. Bukan karena militernya saja yang merupakan militer terbaik kedua di NATO. Namun juga perjuangannya di dunia dalam misi-misi kemanusian khususnya yang mencabik-cabik hati umat Islam seperti yang terjadi di Palestina, Burma, Mesir, Syria dan lainnya.

Pekan lalu diberitakan tentang para demostran yang mencari-cari alasan untuk menggulingkan Erdogan. Namun semua dijawab dengan dukungan 1 juta massa pendukungnya dengan takbir dan tahlil. Penaklukan tanpa anak panah dan senjata. Tanpa darah tanpa perang namun dengan takbir dan tahlil.. Allahuakbar!!! La ilaha ilallah…!!!

Sudah sepatutnya kita sebagi muslim menyambut seruan ini untuk menjadi bagian apa yang dibasyirahkan Rosulululloh. Seperti Rejeb Thayib Erdoğan “Erdoğan Al-Fatih”. Wallahu a’lam bish shawab.. []


Penulis : Yud Rusdha Handayani, S.Si
Departemen Kewanitaan LKSMIT
(Lembaga Kajian Sosial Masyarakat Indonesia di Turki)

Dosa-dosa Presiden Mesir DR. Muhammad Mursi

Mengapa kalangan liberal sangat getol berusaha menjatuhkan Presiden Mesir DR Muhammad Mursi? Salah seorang pembaca sekilasdakwah mengirimkan tulisan menarik tentang Dosa-dosa Presiden Mesir DR Muhammad Mursi. Bisa jadi, opini yang dikirim melalui fanpage ini benar adanya. Bahwa 'dosa-dosa' inilah yang membuat pemerintahan Mursi digoyang. Berikut tulisan lengkapnya:

Dosa Mursi itu adalah karena dia bisa mengantarkan Mesir dalam setahun ke arah swasembada pangan. Yang dulu zaman mubarak gandum hanya boleh diproduksi dalam negeri sebanyak 20 % paling banyak, sekarang sudah melampai 60 %. Dulu harus mengimpor ke Amerika, sekarang Mursi mengimpor dari negara yang dia inginkan, yang lebih menguntungkan rakyat. Kondisi ini mampu menghemat belanja negara sampai milyaran dollar pertahun sekaligus meningkatkan perekonomian petani.

Dosa Mursi adalah karena mengembangkan terusan Suez menjadi pasar bebas dunia. Yang dulu di zaman mubarak hanya menghasilkan uang sebanyak 5.6 milyar dollar pertahun, akan meningkat 100 milyar dollar pertahun.

Dosa Mursi adalah menaikkan gaji PNS dan pensiunan sebanyak 200 % lebih, sementara harga-harga barang bisa dipertahankan tidak naik, sehingga PNS jadi lebih makmur.

Dosa Mursi adalah membangun pabrik samsung terbesar di Arab di provinsi Bani Suwef, sehingga harga barang elektronik menjadi murah.

Dosa Mursi adalah membuat pabrik mobil sendiri sehingga untuk tahun-tahun ke depan tidak perlu lagi mengimpor mobil.

Dosa Mursi adalah membuat pabrik senjata sendiri sehingga tidak perlu lagi mengimpor senjata-senjata rongsokan dari Amerika.

Dosa Mursi adalah membuat pabrik innar (sejenis tablet/ipad), sehingga seluruh rakyat nanti bisa mencicipi enaknya memakai barang elektronik bermutu dengan harga terjangkau. Anak-anak sekolah bisa belajar pakai alat canggih.

Dosa Mursi adalah mampu mempertahankan, bahkan menambah cadangan devisa Mesir yang sebelumnya sudah di ambang kebangkrutan.

Dosa Mursi terbesar adalah dia selalu shalat berjamaah di mesjid, hafal al Qur'an, selalu tahajjud dan sabar terhadap segala caci maki.

Dosa Mursi adalah mendukung perjuangan Palestina, Suriah dan Myanmar.

Dosa Mursi yang tidak kalah parahnya mengeluarkan Mesir dari rongrongan kekuasaan militer dalam 40 hari, di mana Erdogan butuh bertahun-tahun untuk melakukan itu.

Dosa Mursi meningkatkan harga diri negara Mesir di hadapan negara Arab lain bahkan dunia. Hingga Mesir jadi negara yang diperhitungkan.

Dosa Mursi adalah berusaha mengembangkan tenaga nuklir dan tenaga matahari sebagai energi alternatif di Mesir.

Dosa Mursi adalah karena ia mampu menarik investor luar negeri dan mempertahankan kepercayaan asing di Mesir.

Dosa Mursi adalah membuka kembali jalan darat antara Mesir dan Sudan sehingga kerja sama dalam bidang ekonomi kedua negara akan meningkat.

Dosa Mursi adalah mampu membuka lapangan kerja baru untuk 600 ribu lebih orang pengangguran.

Dosa Mursi adalah berusaha mengembalikan harta yang dibawa kabur ke luar negeri oleh Husni Mubarak dan antek-anteknya.

Dosa Mursi adalah menegakkan peradilan yang sebenarnya dan berusaha menghabisi kecurangan.

Dan banyak lagi dosa-dosanya yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu yang membikin lawan politik, terutama Amerika dan Israel jadi meradang.

Karena dosa-dosa itulah maka Mursi akan digulingkan oleh sisa-sisa antek Mubarak, liberas, sekuler, komunis, dan Kristen Koptik serta muslim ambigu. Mereka memandang Mursi sudah gagal mengantarkan Mesir ke arah kehancuran.

Itulah logika yang ada dalam kehidupan sekarang.

[Dari seorang mahasiswa Mesir via Ria Syamil Yuliasari]

Usai KPK Laporkan Johan Budi, Jubir KPK Berganti Mardani Ali Sera



فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, tetapi Allahlah yang membunuh mereka; dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Anfal : 17)

Ayat di atas menjelaskan keterlibatan Allah dalam jihad yang dilakukan kaum muslimin. Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan bahwa terdapat beberapa riwayat yang ma’tsur di dalam menafsirkan “melempar” di sini. Yaitu bahwa lemparan itu adalah lemparan kerikil Rasulullah ke muka orang-orang kafir seraya mengatakan, “Rusaklah wajah mereka! Rusaklah wajah mereka!” Maka, lemparan itu mengenai wajah orang-orang musyrik yang telah ditetapkan pasti mati menurut ilmu Allah.

“Akan tetapi,” lanjut Sayyid Quthb, “petunjuk ayat ini lebih umum. Ia menggambarkan rencana Allah terhadap semua urusan di balik gerakan lahiriah Nabi dan golongan Islam yang bersama beliau.”

Karenanya, ketika mujahid dengan usahanya yang sederhana, yang secara matematis sangat kecil peluang anak panah mencapai musuh yang jauh, tetapi ternyata bisa tepat mengenai sasaran itu, mujahid tersebut mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa.

Ketika mujahid Palestina menembakkan roket yang sederhana dan ternyata mampu meledakkan dan menjatuhkan pesawat Zionis, mujahid tersebut mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa.

Halaman 1 Tribun Yogya edisi 13 Mei 2013
Ketika tiba-tiba tank atau peralatan tempur musuh hancur tanpa penjelasan yang masuk akal, para mujahid mengambalikan urusan ini kepada Allah: wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa

Hari-hari ini, muncul sebuah fenomena. Tiba-tiba secara beruntun, media-media besar mengalami kesalahan fatal dalam memberitakan partai Islam. Tiba-tiba, mereka salah tulis dengan kesalahan yang sangat kentara. Dalam konten, bahkan dalam judul. Justru di saat ada kesan, mereka berlomba-lomba ‘menyerang’ partai Islam tersebut. Setelah sebuah media cetak menulis judul “KPK Laporkan Johan Budi ke Polisi” giliran sebuah televisi nasional menulis di layar kaca: “MARDANI ALI SERA: Juru Bicara KPK”. Selain dua media tersebut, banyak juga media lain yang salah tulis. Sekali lagi, anehnya, dalam waktu yang berdekatan.

Apa penjelasan dari semua itu? Bisa jadi ini adalah fenomena ‘wamaa ramaita idz ramaita, walaakinnallaaha ramaa’. Kader-kader gerakan Islam yang dizalimi memang terlihat diam, tidak ada aksi massa memprotes. Tidak ada cap jempol darah, dan sebagainya. Tetapi, dalam diam mereka berdoa. Dalam kesunyian mereka bermunajat kepada Rabbnya. Meminta pertolongan, meminta perlindungan. Bisa jadi ini adalah tanda dan bagian dari pertolongan Allah. Dan bukankah doa orang yang dizalimi itu mustajabah? Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

Di Balik Suara Kelompok Kiri Agar PKS Dibekukan


Mengapa aktifis kiri getol menyuarakan pembekuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam dua hari ini?

Orang-orang kiri memang pandai ‘bicara’ dan menggoreng isu, tetapi mereka tidak punya massa. Ibarat menara gading. Diantara buktinya, mereka kerap mengancam akan mengerahkan ribuan massa saat aksi, tetapi pada hari H hanya segelintir demonstran yang hadir. May Day, meskipun diklaim sebagai aksi mereka sebenarnya adalah bukan. Sebab ada banyak elemen di kalangan buruh, bukan hanya aktifis kiri.

Karena tidak punya massa itulah, mereka tidak bisa berkuasa lewat jalur demokrasi seperti sekarang ini. Partai mereka, PRD misalnya, tidak laku. Tokoh-tokoh kiri kemudian masuk ke rezim. AA menjadi staf khusus, DIS menjadi asisten Menakertrans, dan beberapa lainnya masuk parpol. Misalnya BS, PL dan DJM.

Lalu ke mana aktifis kiri lainnya? Mereka masuk ke lembaga-lembaga anti korupsi, baik milik negara, seperti KPK, maupun LSM. Agendanya adalah mereduksi kepercayaan rakyat terhadap parpol dan sistem demokrasi yang ada. Seluruh parpol menjadi sasaran hantam, sehingga semua terbaca di jelek di media.

Jika rakyat sudah tidak percaya parpol, agenda mereka berikutnya adalah revolusi. Sadar bahwa melalui pemilu takkan bisa menang, kelompok kiri menaruh harapan pada revolusi sebagai jalan menuju kekuasaan.

Anehnya, ICW yang mereka manfaatkan untuk mendorong pembekuan PKS -dengan alasan dialiri dana pencucian uang- ternyata juga diketahui mendapatkan aliran dana dari Bloomberg 47.500 USD. Aliran dana asing yang bertentangan dengan Undang-undang tersebut bisa menjadi dalih pembubaran/pembekuan NGO semacam ICW. Sebaliknya, tuduhan kepada PKS sangat rapuh karena tidak jelas uang siapa, berapa dan kapan yang dicuci dan masuk ke PKS. Berbeda dengan dana Bloomberg yang sudah jelas masuk ke ICW berapa dan kapan waktunya.
salah satu sentilan beredar di media sosial

Sebenarnya, tuntutan pembekuan PKS yang dilontarkan ICW bukanlah hal pertama. April lalu, tiga LSM mengajukan hal serupa. Yang berbeda adalah alasannya. Jika ICW dua hari ini menyuarakan pembekuan PKS terkait pencucian uang, 3 LSM tersebut melalui Dani Saliswijaya menuntut pembubaran partai Islam itu karena memiliki cukup bukti kuat bahwa PKS salah satu partai politik yang dianggap berbahaya di Indonesia. Alasan boleh berbeda tetapi goal-nya satu: pembekuan PKS.

Mengapa? Sebab mereka takut jika PKS menang, ideologi kiri dan agenda-agendanya akan semakin sulit tumbuh di negeri ini. Bagaimanapun juga, PKS yang merupakan partai Islam dicurigai memperjuangkan hal yang tidak jauh berbeda dari AKP di Turki dan FJP di Mesir. Mengusung agenda perjuangan Islam ketika sudah berkuasa dan memisahkan masyarakat dari sekulerisme. []

Penulis : Jundi Rahman
memadukan analisa Afwan Riyadi di Twitter dan Teuku Zulkhairi di Kompasiana

Mengapa PKS Diam?


"Assalamu'alaikum. Waduh, ustadz kemana aja neh ... baru bisa Shubuhan?", seorang jamaah yang setia berdiskusi menyapa kangen.

"Waalaikumussalam. Biasa pak. Lagi tengok-tengok negeri orang. Menjalin silaturahmi", jawab sang ustadz.

"He he ... berarti gak mengikuti perkembangan tanah air ya tadz. Lagi rame kasus LHI-Ahmad Fathanah-KPK. Dag dig dug tadz ..," ungkapnya semangat.

"Tetep ngikutin pak ... kan teknologi dah canggih...," ustaz menjawab kalem.

"Ndak .... satu aja tadz mau tanya. Bukannya kader-kader PKS itu solid dan banyak. Tapi, kok pada adem-ayem aja dibulyy-dihina-dilecehkan. Malah diserang dari sana sini ...," tanyanya polos.

"Waduh .. kurang paham saya ya pak. Hanya saja saya ingat pepatah Arab mengatakan, Inna sukuuta al-aqwiyaa laisa dha'fun. Innamaa huwa furshatun lid-dhu'afaa an yatakallamuu qabla an yasmuthuu lil-abad (Diamnya orang-orang yang kuat, bukan mencerminkan kelemahan. Namun ia memberikan kesempatan kepada orang-orang lemah untuk puas hati berbicara, sebelum mereka dibungkam dan diam selamanya)", jawab sang ustadz tetap cool.

"Wow .. maksudnya?" tanya sang jamaah penasaran.

"Saya prediksi, PKS dan kader-kadernya memilih untuk menahan diri. Tidak terpancing melakukan cap jempol darah. Atau berdemo. Semua percaya diri, kasus yang diderita ustadz LHI dan PKS, hanya serpihan-serpihan saja dibalik skenario mafia negeri. Kader-kader PKS mempercayakan Jubir-jubir dan tim pengacara untuk menghadapi. Sedangkan yang dibawah, sibuk bekerja dengan penuh cinta dan harmoni. Mengapa? Karena setiap ujian itu semakin mengungkap, mana pejuang sejati, mana yang sekedar ikut menempel, dan mana yang ikut ribut memperkeruh suasana. Jadi saya pikir, suatu saat kasus LHI selesai. Semua penebar fitnah-isu negatif-tuduhan miring, yang pada hakikatnya adalah orang-orang lemah, akan diam seribu bahasa", tegas sang ustadz berapi-api.

"Wow .. kali ini saya harus bilang, MantaFKS ... pake F ... he he ", ungkapnya bercanda.

"PKS pake Pe pak bukan pake eF ... he he ...," canda balik sang ustadz. []

Penulis : Nandang Burhanuddin

Dalil tentang Cinta, Kerja, Harmoni


Cinta

“Barang siapa yang mencintai sesuatu karena Allah dan membencinya (juga) karena Allah, maka sungguh imannya itu telah sempurna” (H.R. Abu Dawud)

“Ya Allah! Aku mengharap Cinta-Mu; cinta para hamba yang mencintaimu; dan kecintaan terhadap amal yang bisa mendekatkan diriku pada cinta-Mu” (H.R. Tirmidzi)

“Ada tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, niscaya dia akan merasakan manisnya iman, yaitu Allah & Rasul-Nya lebih dia cintai dibanding yang lain; dia tidak menyukai seseorang kecuali karena Allah; dan dia tidak ingin terjerumus ke dalam kekufuran sebagaimana ia tidak ingin dilempar ke dalam kobaran api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)

“Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang mencintai-Nya (beriman) dan mengerjakan amal yang shaleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan cinta-Ku, kecuali cinta dalam kemesraan (kekeluargaan). Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Aku tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (Q.S. Asy-Syura: 23)

“Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Q.S. At-Taubah: 24)

Kerja

Perintah bekerja telah Allah wajibkan semenjak nabi yang pertama, Adam Alaihi Salam sampai nabi yang terakhir, Muhammmad SAW . Perintah ini tetap berlaku kepada semua orang tanpa membeda-bedakan pangkat, status dan jabatan seseorang. Berikut ini akan di nukilkan beberapa dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang kewajiban bekerja.

“Kami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja).” (QS. Naba’ : 11)

“Kami telah menjadikan untukmu semua didalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja) ; Tetapi sedikit sekali diantaramu yang bersyukur.” (QS. A’raf : 10)

“ Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jum’ah : 10)

“ Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk : 15)

“ … dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah (bekerja); dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah….” (QS. Al-Muzzammil : 20)

Rasulullah bersabda, :
“ Pekerjaan terbaik adalah usahanya seseorang dengan tangannya sendiri dan semua jual-beli itu baik.” (HR. Ahmad, Baihaqi dll)

“ sebaik-baik pekerjaan ialah usahanya seseorang pekerja apabila ia berbuat sebaik-baiknya (profesional).” (HR. Ahmad)

“ Sesungguhnya apabila seseorang diantara kamu semua itu mengambil tambangnya kemudian mencari kayu bakar dan diletakkan diatas punggungnya, hal itu adalah lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang yang telah dikarunai oleh Allah dari keutamaan-Nya, kemudian meminta-minta dari kawannya, adakalanya diberi dan ada kalanya ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“…kalau ada seeorang keluar dari rumahnya untuk bekerja guna membiaya anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha Fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk dirirnya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun Fisabilillah. Tetapi apabila ia bekerja untuk pamer atau untuk bermegah-megahan, maka itulah Fisabili Syaithan atau karena mengikutu jalan Syaithan.” (HR. Thabrani)

“ sesungguhnya Allah itu telah menjadikan rizkiku terletak dibawah tombakku.” (HR. Ahmad)

“ Burung berangkat pagi hari dengan perut kosong dan kembali sore hari dengan perut penuh makanan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Keadaan yang paling aku senangi setelah berjihad di jalan Allah adalah maut datang menjemputku ketika aku sedang mencari karunia Allah (bekerja).” (HR. Sa’id bin Manshur dalam sunannya)

“Tidak seorang Rasul pun diutus Allah kecuali ia bekerja sebagai penggembala domba. Para sahabat bertanya, “bagaimana dengan dirimu, wahai Rasulullah ? Beliau menjawab, “ Ya, saya dulu menggembala domba di lapangan untuk penduduk Makkah.” (HR. Bukhari).

Dengan teramat jelas dan gamblang betapa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan seseorang untuk bekerja. Bekerja adalah sebuah ibadah yang disejajarkan dengan amalan fisabilillah, bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga tapi ia sebagai manesfesto penghambaan dan ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.

Harmoni

Harmoni adalah paduan keselarasan, perpaduan antara keyakinan dan tingkah laku, menghormati, menyayangi apa yang ada, merangkum, mensinerjikan dan menyelaraskan segala macam perbedaan secara ikhlas dan alamiah. Dengan harmoni akan tercipta sebuah energi yang merangkum tatanan kehidupan sosial yang indah dan teratur. Harmoni bukan keterpaksaan, tetapi ada sistem dan aturan yang menjadi kesepakatan bersama yang semua komponen berusaha menjaganya karena menyangkut kepentingan bersama. Harmoni dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, nasional, tatanan internasional, bahkan alam semesta. Dengan harmoni, semua akan menjadi indah, enak dibayangkan, dilihat, dirasakan, dan dinikmati.

"Maha Suci Allah yang telah menurunkan Furqan kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia memberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan, dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat, serapi-rapinya, harmonis." (QS.Al Furqan: 1-2)



Penulis : Oktarizal Rais
Alumni Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Solo


Catatan Kecil tentang Uje dari Akhwat UIN Yogya


Saya mengenal Ustadz Jefri Al-Buchori (Uje) beberapa tahun silam, saat beliau mulai mengorbit di salah satu stasiun televisi. Waktu itu saya masih duduk di bangku MTs. Dan saya semakin kagum sama beliau saat saya membaca salah satu buku beliau. Buku yang sangat cocok untuk remaja seperti saya waktu itu. Bahasanya renyah, gaul, dan mudah dipahami. Dengan sampul Uje di depan memakai baju taqwa khasnya.

Beliau kemudian menjadi salah satu ustadz favorit saya setelah Aa Gym dan Teh Ninih. Dan di tahun 2011 Allah memberi kesempatan saya untuk melihat Uje secara langsung di Masjid Kampus UIN Yogya. Beliau hadir bersama rekan beliau sesama dai yang tak lain adalah ustadz Sholeh Mahmud dan beberapa ustadz lainnya.

Dalam kesempatan tersebut beliau tampak bersahaja. Kerendahan hati beliau waktu itu tampak dari sikapnya yang tidak mau difoto. Selain itu, beliau juga mulai memperkenalkan kepada kami ustadz Sholeh Mahmud (yang waktu itu belum begitu terkenal) untuk berceramah di depan para jama’ah yang hadir.

Diantara banyaknya taujih yang Uje sampaikan, ada beberapa pesan yang saya ingat dari buku karya beliau, yaitu jauhi narkoba, dan hanya Rasulullah yang patut menjadi idola. Ya, narkoba yang telah menjerumuskan beliau di masa mudanya. Beliau kemudian mengingatkan agar jangan sampai apa yang pernah beliau alami semasa mudanya itu terulang pada generasi muda.

Hanya Rasululllah yang patut menjadi idola, pesan Uje berikutnya. Dalam buku tersebut Uje mengambil hadits “Dari Abu Wâ-il dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata: “seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (HR.Muslim) . Ketika ia mengidolakan Rasulullah maka segala prilaku seorang akan meniru gaya Rasulullah yang akan mengantarkannya pada gerbang pintu surga. Namun sebaliknya, ketika orang tersebut mengidolakan Breatney Spears misalnya, maka ketika Allah menetapkan Breatney masuk neraka, orang yang mengidolakannya juga akan masuk neraka.

Dalam buku tersebut juga ditulis biografi singkat Uje. Ternyata Uje adalah seorang mantan “preman” yang kemudian bertaubat dan menjadi Ustadz gaul seperti sekarang. Saya sempat terenyuh ketika membacanya. Ternyata begitulah tatkala Allah memberi hidayah pada seseorang. Setelah diuji dengan memberikan jalan yang “suram” ternyata Allah memberikan hidayahNya. Dengan hidayah itu, jadilah Uje berbalik 180 derajat menjadi dai yang banyak disuka anak muda.

Ibarat orang tua pernah yang pernah mengalami masa-masa susah, maka ia tak ingin anak-anaknya ikutan mengalami hal seperti dirinya. Begitu pula dengan Uje. Beliau sudah pernah mengalami masa muda yang kelam, sehingga beliau tak ingin kita kaum muda terjerumus pada hal yang sama seperti beliau.

Dari sinilah saya sedikit mengambil pelajaran tentang cara dakwah beliau. Beliau begitu memahami objek dakwahnya. Sehingga beliau begitu menjiwa apa yang beliau sampaikan dan akhirnya dakwah beliau mudah diterima.

Seperti ketika beliau berdakwah di kalangan kaum dhuafa’. Beliau sudah pernah merasakan masa-masa sulit bersama bunda Pipik, sampai beliau berjualan kue. Sehingga ketika pesan itu disampaikan beliau begitu menjiwai. Selain itu beliau pandai memilih bahasa yang sesuai dengan objek dakwahnya, kepiawaian beliau dalam bersholawat, bernasyid, dengan suaranya yang khas serta humor kecil yang terselip selama menyampaikan materi dakwah membuat semua obyek dakwah dapat menerimah dakwah beliau.

Ada satu pelajaran lagi, yaitu pesan yang Allah sampaikan kepada kita. Seperti yang tertera dalam ayat al-quran sura Az-zumar ayat 36-37 yang artinya “Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang menjadi pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?". Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa hanya Allah yang dapat menyesatkan dan memberi petunjuk seseorang. Ya, kalau dulu Uje terseret gelap hingga menjadi pecandu narkotika, Allah kemudian memberinya hidayah. Hidayah yang akhirnya mengantarkannya husnul khotimah, dan menuai air mata sejuta umat lantaran kepergiannya.

Yang menjadi penentu adalah bagian akhir dari amal perbuatan seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya amal perbuatan seseorang ditentukan pada bagian akhirnya.” (HR. Bukhari). Artinya barangsiapa yang telah ditetapkan Allah beriman di akhir hayatnya, meskipun dia kufur sebelumnya, menjelang kematiannya ia akan beriman. Dan sebaliknya.

Saudaraku, jangan kita sangka mereka yang kini menjadi preman, pencuri, bahkan pezina sekalipun, akan selamanya hina. Kalau ternyata Allah menetapkan akhir hayatnya baik, suatu saat mereka akan mendapat hidayah dari-Nya, hingga akhirnya mereka mau bertaubat dan husnul khotimah seperti Uje. Kita tidak tahu kapan hidayah Allah itu akan datang. Kita tidak tahu bagaimana Alah memberinya ketetapan di akhir hayat orang tersebut apakah baik ataukah sebaliknya.

Oleh karenanya janganlah kita membenci dan mencomooh mereka. Bisa jadi itu semua bukan pilihan mereka. Bisa jadi mereka terperosok dan berusaha bangkit. Tetapi olok-olok kita justru menjadikan mereka minder untuk bertaubat dan bertahan dalam gelap. Yang perlu kita lakukan adalah merangkul mereka.

Saya sangat salut sama bunda Pipik, yang kata Ummi Tatu sewaktu menikah dengan Uje, Uje masih ada pengaruh narkotika. Namun kesabaran bunda Pipik membersamai, merangkul dan berjalan bersama Uje telah mengantarkan Uje menjadi pejuang dakwah.

Selamat jalan Uje. Semoga Allah melapangkan rumah barumu di sana dan meneranginya dengan cahaya rahmat-Nya. Aamiin... [Ukhtu Emil]
Copyright © 2012-2099 SEKILAS DAKWAH - Dami Tripel Template Level 2 by Ardi Bloggerstranger. All rights reserved.
Valid HTML5 by Ardi Bloggerstranger